Hanya Dibangun Selama 5 Bulan, Jembatan Gantung di Kalimantan Barat Ini Telan Biaya hingga Rp13,65 Miliar

inNalar.com – Pembangunan jembatan gantung Kareho di Kalimantan Barat diketahui hanya memerlukan waktu yang sangat singkat.

Pembangunan jembatan gantung Kareho di Kalimantan Barat diketahui telah dimulai sejak bulan Juli 2022.

Selang 5 bulan, pada Desember 2022, diketahui bahwa proses pembangunan jembatan gantung di Kalimantan Barat ini telah selesai.

Baca Juga: Serap APBN Rp1,2 Triliun, Jalan Paralel di Perbatasan Kalimantan Barat Bakal Tembus hingga Kalimantan Timur

Jembatan gantung yang ada di Desa Kareho, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat terbentang sepanjang 120 meter.

Lebar dari jembatan gantung sepanjang 120 meter yang ada di Desa Kareho, Kalimantan Barat mencapai 1,8 meter.  

Diketahui bahwa jembatan gantung Kareho telah diresmikan sejak 3 Agustus 2023 dan kini sudah beroperasi dengan normal.

Jembatan gantung sepanjang 120 di Desa Kareho, Kalimantan Barat menjadi penghubung untuk mencapai jalan nasional.

Baca Juga: Telan Dana Rp106 Miliar, Jembatan di Kalimantan Barat Ini Miliki Bentang 380 Meter, Penunjang Jalan Tol Baru?

Jalan nasional yang dimaksud nantinya akn terhubung menuju Kota Putussibau di Kalimantan Barat.

Jembatan gantung Kareho di Kalimantan Barat ini diketahui terbentang di atas Sungai Kapuas untuk mencapai jalan nasional.

Kehadiran jembatan gantung Kareho di Kalimantan Barat ini dapat memudahkan aktivitas sehari-hari masyarakat sekitar.

Proses pembangunan nya sendiri diketahui bahwa dananya mencapai angka yang fantastis, yaitu Rp 13,65 miliar.

Baca Juga: Luar Biasa! Tahun 2024 Kalimantan Barat Bakal Punya Jalan Baru Sepanjang 1.920 Km, Anggarannya 4,5 Triliun?

Dibangunnya jembatan gantung sepanjang 120 meter di Desa Kareho, Kalimantan Barat ini merupakan perwujudan dari aspirasi.

Aspirasi tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi V DPR RI yang telah melakukan kunjungan pada tahun 2021.

Hanya dalam waktu 5 bulan, kini salah satu desa di Kalimantan Barat telah memiliki jembatan gantung senilai Rp 13,65 miliar.

Hal tersebut tentunya memudahkan akses masyarakat Kalimantan Barat dalam bepergian dan melanjutkan aktivitas sehari-hari.***

 

Rekomendasi