

inNalar.com – Hasil terbaru dari survei yang dilakukan oleh Polling Institute menempatkan sosok Erick Thohir sebagai cawapres yang paling banyak dipilih responden.
Erick Thohir unggul telak dalam survei bertajuk “Peta Persaingan Capres-Cawapres dan Isu-isu Terkini” dilakukan oleh Polling Institute.
Bahkan Erick Thohir mampu meraup suara terbanyak dalam dua versi simulasi, baik persaingan dengan 5 nama maupun 19 nama cawapres.
Baca Juga: Anggaran Capai Rp16 Miliar, Proyek Property Raksasa Milik BUMN di Banten Akan Segera Direalisasikan
Polling Institute diketahui melakukan survei tersebut pada kurun waktu 21-25 Agustus 2023 kemarin melalui sambungan telepon dengan berbagai pewawancara yang sudah terlatih.
Responden yang terlibat dalam survei kali ini berjumlah total 1.201 orang dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen sedangkan margin errornya sekitar 2,9 persen.
Kennedy Muslim selaku peneliti Polling Institute menjelaskan jika posisi Erick tak tergoyangkan meski lalui dua simulasi.
“Hasil simulasi pilihan 19 nama dan lima nama cawapres 2024, Erick Thohir menjadi cawapres terkuat dengan raihan 15,1 persen dan 24,5 persen,” ujar Kennedy saat menjelaskan hasil akhir surveinya.
Bahkan Kennedy mengungkapkan jika Erick mampu mendongkrak suara untuk calon presiden dan berpotensi mendatangkan kemenangan.
Menteri BUMN itu mampu membawa capresnya meraih kemenangan dalam tiga simulasi berturut-turut.
Pada simulasi pertama, Prabowo jika dipasangkan dengan Erick mampu meraup kemenangan dengan raihan 34,7 persen suara, unggul dari Anies-AHY yang hanya meraih 18,5 persen dan pasangan Ganjar-Ridwan Kamil yang meraup 34,2 persen.
Sementara itu pada simulasi kedua, duet Ganjar-Erick juga bisa meraih kemenangan setelah diketahui mengumpulkan 37,2 persen suara.
Persentase tersebut unggul dari pasangan Anies-Yenny Wahid yang memperoleh 16 persen dan Prabowo-Muhaimin dengan 35,1 persen suara.
Bahkan pada simulasi ketiga, Pasangan Prabowo-Erick juga bisa meraih keunggulan dari lawan-lawannya dengan raihan suara sebanyak 38,5 persen.
Hasil tersebut lebih unggul dari pasangan Ganjar-Sandiaga yang meraih 32,5 persen dan Anies-AHY yang hanya meraih 18,8 persen saja.
Selain itu Kennedy juga menyebut jika Erick mampu membawa kemenangan untuk capresnya jika simulasi dilakukan dengan dua pasangan saja.
“Dalam simulasi dua pasangan, Erick dan pasangan selalu unggul jauh di atas pasangan lain,” ungkap Kennedy saat menjelaskan.’
Pada simulasi tersebut, duet Prabowo-Erick bisa meraih 46,7 persen suara sedangkan lawannya Ganjar-Ridwan Kamil hanya meraup 39,1 persen.
Berlanjut pada simulasi berikutnya, pasangan Prabowo-Erick juga masih unggul dengan raihan 47,1 persen saat coba dihadapkan dengan duet Ganjar-Sandiaga yang hanya meraih 38 persen.
Sementara itu di simulasi ketiga, Erick yang masih dicoba menemani Prabowo ternyata masih bisa menang dengan raihan 48 persen, unggul atas Ganjar-Gibran yang meraih 36,6 persen saja.
Kennedy menjelaskan jika Erick bisa meraih rangking teratas dalam simulasi lima nama cawapres untuk dipasangkan dengan Prabowo.
Saat simulasinya, diketahui Erick meraih 28,8 persen suara melampaui raihan Gibran dengan 17,3 persen, Muhaimin Iskandar 8,8 persen, Khofifah Indar Parawansa dengan 8,5 persen dan Airlangga Hartarto yang meraih 4,2 persen saja.
Raihan persentase tinggi yang diperoleh Erick, berdasarkan penuturan Kennedy tidak terlepas dari kinerjanya yang ditunjukkan selama ini.
“Di antara lima nama dan kemungkinan nama lainnya, Erick Thohir paling banyak dipilih sebagai wakil untuk mendampingi Prabowo, alasannya paling banyak karena kinerjanya dinilai bagus,” ucap Kennedy saat menjelaskan. ***