Punya Nilai Investasi hingga Rp62 T, Proyek Bhimasena Power Indonesia Sudah Beroperasi, Berapa Kapasitasnya?

inNalar.com – PLTU Batang adalah proyek pembangkit listrik tenaga uap yang berlokasi di Batang Jawa Tengah, Indonesia.

Proyek PLTU Batang juga punya sebuah nama sebutan lain sebagai Bhimasena Power Indonesia.

Proyek pembangunan PLTU Batang yang diperkirakan menelan total biaya hingga sebesar Rp 62 triliun ini dikembangkan oleh PT Bhimasena Power Indonesia.

Baca Juga: Kerja dari Rumah Bisa Hasilkan Puluhan Juta Rupiah? Ini 5 Rekomendasi Situs Freelancer dengan Gaji Lumayan

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang tersebut diperkirakan punya kapasitas 2×1.000 MW.

Pembangunan proyek ini tak semuanya berjalan mulus, ada beberapa hambatan dan tantangan yang menghadang.

Dalam proses pembangunannya, proyek ini menghadapi beberapa tantangan, termasuk masalah pembebasan lahan dan permasalahan lingkungan.

Baca Juga: Ironi Lejitkan Ekspor Sawit CPO, Pelabuhan di Kalimantan Barat Senilai Rp14 Triliun Ini Tinggalkan Kisah Pilu

Namun, pemerintah telah menekankan pentingnya proyek ini bagi ketahanan energi dan pembangunan ekonomi negara.

Proyek ini telah menjadi topik kontroversi karena biayanya yang tinggi dan dampaknya terhadap lingkungan.

Namun, pemerintah membela proyek tersebut, dengan menyatakan bahwa proyek tersebut diperlukan untuk ketahanan energi dan pembangunan ekonomi negara.

Baca Juga: Mampu Menampung 30.000 Pengunjung, Masjid Al-Jabbar Jadi Masjid Termegah di Indonesia, Tertarik Berkunjung?

Investor proyek PLTU Batang merupakan konsorsium beberapa perusahaan antara lain PT PLN, J-Power Electric Power Development Co. Ltd, dan Adaro Power.

Proyek ini juga mendapat pendanaan dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC).

Pemerintah telah menekankan pentingnya proyek tersebut bagi ketahanan energi dan pembangunan ekonomi negara, dengan menyatakan bahwa investor diperlukan untuk proyek yang membutuhkan pendanaan dalam jumlah besar.

PLTU Batang Bhimsena Power Indonesia ini telah resmi mulai beroperasi pada tanggal 31 Agustus 2022 tahun lalu.***

Rekomendasi