

InNalar.com – Indonesia tengah dalam pembangunan pabrik hilirisasi batu bara di Sumatera Selatan.
Pabrik hilirisasi batu bara di Sumatera Selatan itu merupakan kerja sama Indonesia dengan Amerika Serikat (AS).
Kerja sama hilirisasi batu bara di Sumatera Selatan ini dilakukan melalui perusahaan Air Products & Chemicals Inc, PT Bukit Asam, dan Pertamina.
Baca Juga: 6 Kota Terkecil yang Ada di Jawa Timur, Nomor 1 Luasnya Hanya 0,03 Persen dari Wilayah Jatim
Direncanakan pabrik hilirisasi batu bara tersebut akan berada di Muara Enim, Sumatra Selatan.
Sekedar informasi, kerja sama tersebut merupakan pemanfaatan batu bara, yang nantinya akan dijadikan Dimethyl ether (DME).
Apalagi penggunaan batu bara ini merupakan hasil tambang yang tidak digunakan PLN.
Pasalnya jenis batu bara yang digunakan dalam PLTBg yang batu bara dengan kalori 3.800 kkal/kg.
Pada penelitian yang telah dilakukan, efisiensi pembakaran liquefied petroleum gas (LPG) dengan DME justru lebih baik dan ramah lingkungan pembakaran DME.
Sebab itulah penggunaan DME menjadi bahan bakar alternatif menjadi lebih layak untuk digunakan di Indonesia.
Baca Juga: Kunci Jawaban PTS UTS IPS Kurtilas Revisi Terbitan Kemendikbud Halaman 45, Dijamin Keluar saat Ujian
Apalagi DME sendiri memiliki kelebihan seperti nyala apinya lebih stabil, dan mudah terurai sehingga tidak merusak lapisan ozon, yang berbeda dengan LPG.
Ditambah DME juga memiliki pembakaran yang lebih cepat, serta tidak mengandung sulfur.
Dilansir InNalar.com dari indonesia.go.id, investasi yang diperlukan dalam membangun pabrik hilirisasi batu bara di Muara Enim Sumatera Selatan yaitu sebesar USD15 miliar, atau sekitar Rp225 triliun, jika dikalikan kurs Rp15 ribu.
Sedangkan untuk pembangunannya, Groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menjadi DME di Sumatera Selatan ini telah dilakukan pada 24 Januari 2022.
Meskipun begitu, ternyata perusahaan AS, yaitu Air Products & Chemicals Inc justru mengundurkan diri dari kerja samanya dengan Indonesia.
Pengunduran perusahaan AS tersebut dengan Indonesia terjadi sekitar di awal tahun kemarin, saat Air Products & Chemicals Inc mengajukan surat pengunduran diri.
Hingga kini, diketahui pabrik hilirisasi batu bara di Sumatera Selatan tersebut belum memiliki investor asing dalam melnajutkannya.
Akan tetapi terdapat informasi jika terdapat perusahaan China yang tertarik dalam melakukan pengembangan hilirisasi batu bara untuk menjadi DME.***