Caplok 473.310 Hektare Lahan, Perusahaan Tambang Raksasa di Kepulauan Riau Ini Punya Pos Pelaut

inNalar.com – Di balik ekspansi bisnis yang telah menggerogoti 473.310 hektare daratan Pulau Sumatera, sebuah perusahaan tambang yang bermarkas di Kepulauan Riau ini kembali menunjukkan taringnya dengan satu gebrakan positif, dengan melalui pendirian Pos Pelaut guna mendongkrak kemajuan mutlak masyarakat lokal.

Perusahaan tambang raksasa ini diketahui adalah anggota BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID, Perseroan yang dimaksudkan adalah PT Timah Tbk. Kini, mereka telah menggagas program revolusioner, karena program ini disebut bisa mengubah nasib para nelayan di Kecamatan Kundur Barat.

Melansir informasi dari repository.uir.ac.id, Kecamatan Kundur Barat yang notabene-nya beribu kota di Sawang ini merupakan sebuah pulau yang letaknya di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

Baca Juga: Dihargai Mahal Kolektor, 6 Uang Jadul Indonesia Ini Kini Jadi Investasi Ratusan Juta Rupiah

Karena kandungan Timah yang luar biasa di pulau ini, tidak mengherankan apabila PT Timah Tbk membentangkan tentakel gurita bisnisnya di sini.

Lalu, pertanyaannya adalah, apakah Pos Pelaut itu? Sebuah program strategis atau bentuk ekspansi bisnis spektakuler yang digarap oleh PT Timah Tbk ini? Cek detailnya disini!

Menyadur konten Youtube PT Timah Tbk, Pos Pelaut atau Polikultur Silvofishery sebagai Pemberdayaan Nelayan Sawang Laut merupakan program pemberdayaan masyarakat yang dirancang oleh PT Timah Tbk IUP Kundur sejak tahun 2020 silam.

Baca Juga: Tak Hanya Dulang Batu Bara Sumsel, Perusahaan Tambang Ini Gali Potensi Pendidikan Sumatera Selatan

Pihak Perseroan menyebut bahwa cakupan program pemberdayaan ini sangatlah luas. Tidak hanya memberikan bekal pengetahuan tentang upaya mitigasi dan adaptasi atas perubahan iklim pada nelayan.

Namun PT Timah tbk juga akan menyediakan pendapatan alternatif bagi para nelayan Pokdakan Maju Bersama dengan pembudidayaan ikan kakap putih.

Proses budidaya ikan kakap putih ini juga tidak sembarangan, lho! Mereka memperkenalkan satu terobosan terbaru yang sangat canggih kepada para nelayan di Pulau Kundur, teknik ini dikenal dengan sebutan silvofishery.

Baca Juga: Menyambut Natal, 5 Uang Kuno Ini Cocok untuk Dijadikan sebagai Kado Perayaan

Melansir informasi resmi dari laman timah.com, Pepeng selaku Penyuluh dari Budidaya Perikanan Laut Persyaratan (BPLP) menyebutkan bahwa program Pos Pelaut ini telah dinyatakan sukses.

Pasalnya, Pokdakan Maju Bersama dan PT Timah Tbk IUP Kundur sendiri, telah berhasil dan mampu membudidayakan ikan kakap.

“Pokdakan Maju Bersama binaan dari melalui program ini telah berhasil dalam membudidaya pembesaran ikan kakap putih ini dengan baik, ini bisa dilihat dari banyaknya ikan yang mampu bertahan hidup serta berkembang di kolam pembesaran.” ungkap Pepeng.

Hingga saat ini, program Pos Pelaut ini pun masih berlanjut. Meskipun begitu, pihak Pokdakan Maju Bersama berharap besar kepada PT Timah Tbk Kepulauan Riau untuk terus melakukan pendampingan dan mengambil kendali, jika nantinya terdapat suatu kendala teknis. ***