

inNalar.com – Musibah besar menimpa salah satu pabrik teh celup terbesar yang berada di Provinsi Jawa Barat.
Seperti diketahui jika beberapa daerah di Jawa Barat menyulap beberapa daerahnya menjadi kawasan industri.
Banyak pabrik-pabrik besar ditemukan di setiap penjuru daerah Provinsi Jawa Barat.
Sayang, tak semua pabrik besar mampu mempertahankan kejayaannya meski sudah merajai pasar berpuluh-puluh tahun.
Hal itu terjadi pada salah satu pabrik di Jawa Barat yang harus tumbang di usinya yang tergolong tak lagi muda.
Bagaimana tidak, mereka sudah berdiri sejak 1962 dan merajai pasar serta konsumen Indonesia selama kurang lebih 56 tahun.
Warga Jawa Barat, khususnya daerah Bogor tentu tak asing dengan nama pabrik teh celup terbesar bernama PT Sariwangi.
PT sariwangi Agricultural Estate Agency atau lebih dikenal PT Sariwangi bergerak di bidang trading komoditas teh.
Yang kemudian perusahaan ini bertransformasi menjadi produsen teh terbesar di Indonesia.
Baca Juga: 10 Wisata Kuliner Khas Jawa Timur yang Wajib Dicoba, Cita Rasanya Unik dan Pasti Bikin Ngiler!
Diketahui, perusahaan tersebut didirikan oleh Johan Alexander Supit pada tahun 1962 dan berkantor di Gunung Putri Bogor Jawa Barat.
Sebelum mendirikan PT Sariwangi, Johan sempat bekerja pada perusahaan lain seperti Peek, Frean & Co. Ltd dan Joseph Tetley & Company.
Dalam perjalanannya, perusahaan itu berhasil membuat inovasi baru dalam perkembangan tren komoditas teh.
Berkantor pusat di Bogor, Jawa Barat, PT Sariwangi berhasil memperkenalkan teh celup pertama di Indonesia.
Konsep ini sejatinya sudah lama ada, ide teh celup secara tak sengaja ditemukan olah Thomas Sullivan.
Thomas adalah seorang pedagang kecil yang menjajakan teh dan kopi di New York.
Ia menggunakan kain sutra untuk mengemas teh yang akan dijual ke pelanggannya.
Cara itu rupanya untuk menghemat biaya pengemasan yang kala itu masih menggunakan kaleng.
Ide teh celup pertama di dunia tersebut ternyata disambut baik oleh para konsumen.
Baca Juga: Membentang Sepanjang 64 Km, Jalan Tol di Trans Sumatera Beroperasi Secara Gratis, Rute Mana Saja?
Cara menyeduh teh menggunakan kain itu dinilai lebih praktis ketimbang dengan penyaringan metal.
Sehingga permintaan akan teh celup melonja, pada puncaknya semakin populer dan dikomersilkan dalam pasar di tahun 1904.
Dalam sepak terjang PT Sariwangi, di tahun yang sama teh celup populer, perusahaan ini baru berdiri.
Mereka berhasil memasarkan produknya di Indonesia, kemudian merambah ke mancanegara pada tahun 1985.
Diketahui, PT Sariwangi juga mengekspor produknya ke Amerika serikat, australia, Inggris, negara kawasan Timur Tengah, dan Rusia.
Pada puncak kejayaannya, perusahan tersebut kemudian melebarkan sayapnya dengan mulai bekerja sama dengan perusahaan raksasa global, Unilever di tahun 1989.
Kerjasama itu menghasilkan kesepakatan, di mana Unilever ingin menjadi distributor Sariwangi.
Di tahun yang sama, Unilever berusaha mengakuisisi produk dan brand Sariwangi ke dalam perusahaannya.
Meski sebagian perusahaan diakuisi, PT Sariwangi tetap melanjutkan bisnisnya sebagai perusahaan trading, produksi dan pengemasan teh.
Sariwangi masih menjual produk teh dengan merek Sariwangi Teh Asli, SariWangi Teh Wangi Melati, SariWangi Teh Hijau Asli, SariWangi Gold Selection, SariMurni Teh Kantong Bundar.
Hingga beberapa tahun lalu, penjualan perusahaan ini pernah menyentuh 46.000 ton teh per tahun. Termasuk PT Indorub sendiri, anak usaha dari Sariwangi Group yang bergerak dalam pengelolaan kebun teh itu juga mampu memproduksi hingga 5 ribu ton teh Pada 2002.
PT Sariwangi juga menjadai penyuplai teh dalam kantong dengan produksi mencapai 8 juta kantong per tahun.
Terlepas dari kegemilangan perusahaan dalam membangun dan mempertahankan bisnis, tentu akan ada masa buruk yang dihadapi.
Tepat pada 2018, Majelis Hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat mengabulkan permohonan pembatalan homologasi dari salah satu kreditur yakni PT Bank ICBC Indonesia terhadap Sariwangi Agricultural Estate Agency, dan Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung.
Akibat dari putusan ini, PT Sariwangi dan anak perusahaannya resmi dinyatakan pailit.
Penyebab kepailitan PT Sariwangi ini adalah perusahaan salah menginvestasikan modalnya untuk pembuatan sistem drainase untuk penyiraman air namun hasil yang diharapkan tidak sesuai hasil yang didapatkan.
Penyebab lainnya juga adalah perusahaan sedang mengalami kesulitan keuangan untuk investasi dengan tujuan untuk meningkatkan produksi perkebunan.
Dengan kondisi yang seperti ini, membuat perusahaan kesulitan dalam membayar cicilan kepada sejumlah kreditur.
Kreditur yang tidak segera mendapat uang mereka kembali membuat sejumlah kreditur melayangkan tagihan.
Diantara para kreditur itu terdapat 5 bank yang melayangkan tagihannya seperti PT HSBC Indonesia, PT Bank ICBC Indonesia, PT Bank Rabobank International Indonesia, PT Bank Panin Indonesia Tbk, dan PT Bank Commonwealth.
Walaupun, PT Sariwangi telah dinyatakan pailit, tetapi produk Teh sariwangi tetap akan diproduksi. Hal ini dikabarkan langsung melalui akun Facebook Unilever.
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi