

inNalar.com – Jembatan gantung di salah satu daerah Provinsi Sulawesi Selatan telah dipastikan menjadi proyek mangkrak.
Jembatan gantung yang dimaksud berada di daerah Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan dan bernama Jembatan Lanrae.
Jembatan gantung yang ada di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan ini menghubungkan Desa Lanrae dengan Kampung Nepo.
Kehadiran jembatan gantung ini sangat penting karena dapat menjadi akses cepat bagi warga untuk menyeberangi Desa Lanrae menuju Kampung Nepo atau sebaliknya.
Namun sayang sekali, diketahui bahwa jembatan Lanrae, jembatan gantung yang ada di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan ini dipastikan mangkrak.
Diduga yang menjadi penyebab jembatan gantung menjadi proyek mangkrak kaburnya kontraktor yang menangani pembangunan.
Diketahui bahwa kontraktor yang bersangkutan tidak menyelesaikan pekerjaan terkait pembangunan jembatan Lanrae di Sulawesi Selatan.
Oleh karena itu, kontrak pembangunan jembatan gantung dengan kontraktor yang bersangkutan telah diputus.
Proyek pembangunan jembatan Lanrae, jembatan gantung di Kabupaten Barru ini seharusnya telah rampung pada akhir tahun 2022.
Namun naas sekali, tindakan pihak kontraktor menjadikan jembatan Lanrae menjadi jembatan gantung yang mangkrak.
Untuk membangun jembatan gantung yang menghubungkan Desa Lanrae dan Kampung Nepo di Sulawesi Selatan ini dibutuhkan biaya yang besar.
Dana yang dikeluarkan untuk membangun jembatan gantung di Barru, Sulawesi Selatan diketahui mencapai Rp 2,9 miliar.
Hal ini tentunya membuat masyarakat bertanya-tanya. Apakah pemerintah mengalami kerugian akibat kontraktor kabur?
Beruntung sekali, diketahui bahwa tidak ada kerugian yang timbul akibat tindakan kabur dari pihak kontraktor jembatan Lanrae.
Hal tersebut disebabkan tidak adanya uang muka yang telah diserahkan kepada pihak kontraktor pembangunan jembatan gantung Lanrae di Sulawesi Selatan.***