

inNalar.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perumahan, kini terus meningkatkan percepatan penanganan rumah yang tidak layak huni.
Hal ini dilakukan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang ditargetkan pada tahun 2023 untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat sebanyak 149.750 unit yang tersebar di 34 provinsi.
Progres fisik dalam program BSPS saat ini telah mencapai 93,139 unit dari semula target total 150.050 unit.
Adapun total anggaran yang diberikan dalam Program BSPS pada tahun 2023 yaitu sebesar Rp3,29 triliun.
Program BSPS ini merupakan program pemerintah dalam membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah yang dilaksanakan dengan skema Padat Karya Tunai (PKT).
Hal ini dilakukan guna mendorong dan juga meningkatkan keswadayaan dalam kualitas rumah serta sarana prasarana sekaligus utilitas umumnya.
Sampai saat ini jumlah penyerapan tenaga kerja telah mencapai 171.082 orang dari target semula 300.100 orang.
Harapan dari berjalannya program BSPS dengan skema PKT ini dapat memberikan manfaat yang jauh lebih luas bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah.
Menjadikan mereka tidak hanya memiliki rumah yang lebih layak, nyaman dan sehat melainkan juga mengurangi angka pengangguran serta mempertahankan daya beli antar masyarakat.
Diketahui terdapat tiga fokus dalam menangani rumah swadaya di tahun 2023, yaitu
– Penangan kawasan perumahan.
– Percepatan program Penurunan Kemiskinan Ekstrim (PKE) melalui program peningkatan kualitas rumah tidak layak huni.
Baca Juga: Belum Maksimal Kelola yang Lama, Kalimantan Utara Wacana Bangun Dome Baru Lagi dengan Dana Rp35 M
– Permukiman kumuh terintegrasi dan perluasan cakupan dalam pelayanan klinik Rumah Swadaya.
Salah satu Program BSPS ini telah dilakukan pelaksanaanya di Provinsi Jawa Barat dengan total sebanyak 16.824 unit rumah tidak layak huni.
Diketahui, saat ini Ditjen Perumahan Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Jawa II sudah melaksanakan verifikasi bagi calon penerima program BSPS dengan berdasar pada nama dan alamat atau by name by address (BNBA) dengan total sebanyak 8.559 unit.
Bagi setiap masyarakat yang rumahnya dibedah akan mendapat dana BSPS sebesar Rp20 juta, dengan rincian Rp17,5 juta merupakan pembelian bahan bangunan dan Rp2,5 juta digunakan sebagai upah tukang.
Diharapkan program ini mendapat dukungan dari pemerintah daerah setempat, sektor swasta dan masyarakat.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi