

InNalar.com – Untuk banyak orang, kecemasan adalah bagian tak terpisahkan dari hidup, namun Al-Qur’an akan menjawab obat dari penyakit fikiran tersebut.
Namun, bisa menjadi masalah jika kecemasan atau berfikir berlebihan (overthinking) tersebut berlebihan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Misalnya selalu memikirkan berlebihan (overthinking) masalah yang telah terjadi, cemas akan masa depan, dan lain sebagainya yang sangat mengganggu.
Lantas apakah dalam Islam juga ada obat untuk mengatasi rasa cemas berlebihan?
Dalam Al-Qur’an Allah SWT memberikan petunjuk tentang bagaimana meredakan kecemasan dan berharap pada ketenangan.
Pertama adalah Al-Qur’an Surah Ar-Ra’d ayat
“…Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang.”
Ayat ini mengajarkan kita bahwa dzikir kepada Allah adalah obat pertama yang mampu membawa ketenangan dalam hati.
Dzikir bukan hanya sekedar pengucapan lisan, namun juga penghayatan dalam hati sehingga bisa memberikan efek ketenangan.
“Bukan hanya diucapkan di lisan namun hadirkan juga dalam kalbu,” ungkap ustadz Adi Hidayat dalam salah satu sesi ceramah beliau.
Untuk mendapatkan ketenangan, bukan hanya sebatas kita mengucapkan dzikir, namun hati masih tertaut pada kecemasan.
Tautkan hati dengan dzikir yang sedang kita ucapkan, dengan begitu kita akan mendapatkan ketenangan dari rasa cemas yang kita alami.
Selain dzikir, al-Qur’an juga mengajarkan kita melaksanakan sholat. Strategi ini juga sangat ampuh dalam menghilangkan rasa cemas dalam diri.
Seperti yang di firmankan Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 103:
“…Dan jika kalian telah menyelesaikan shalat, maka ingatlah Allah…”
Setelah melakukan sholat lakukanlah dzikir. Perpaduan antara sholat dan dzikir dapat membuat hati menjadi jauh lebih tenang dari sebelumnya.
Baca Juga: Luasnya 68 ha, Pulau Kecil di Jawa Timur Ini Bergerak Secara Gaib Memisahkan Diri dari Pulau Jawa
Bacalah dzikir sederhana seperti Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, dan Astaghfirullahal adzim, dapat membantu meredakan kegelisahan.
Ketika kegelisahan masih ada, mengambil wudhu dan membaca Al-Qur’an bisa menjadi obat yang efektif.
Dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 82 Allah Swt berfirman: “Dan kami turunkan Alquran sebagai penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
Baca Juga: Penghasilan Nelayan Merosot, Proyek Reklamasi di Pesisir Pantai Bandar Lampung Bakal Mangkrak Lagi?
Al-Qur’an Allah turunkan bukan hanya sekedar pedoman hidup umat Islam, melainkan juga sebagai obat penawar bagi segala macam penyakit.
Ketika membaca Al-Qur’an, cobalah merasakan setiap kata dan makna yang ada di dalamnya. Perasaan cemas akan tergantikan dengan kedamaian dan ketenangan.
Terakhir, yakinkan diri bahwa setiap masalah pasti ada solusinya. Al-Qur’an Surah Insyirah ayat 5-6 mengingatkan kita:
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”
Keyakinan ini menjadi terapi jiwa yang efektif, menghapus kecemasan, dan menggantikannya dengan harapan dan ketenangan.
Pada akhirnya, menghilangkan kecemasan butuh waktu dan kesabaran.
Namun, selalu ingat bahwa Allah SWT adalah sumber ketenangan dan dengan merujuk kepada-Nya melalui salat, dzikir, dan membaca Al-Qur’an, kita dapat menemukan kedamaian dan ketenangan hati yang kita cari.***