

inNalar.com – Proyek pembangunan infrastruktur jalan di Sumatera Utara telan anggaran yang tak main-main hingga mencapai belasan miliar.
Pembangunan infrastruktur jalan memiliki tujuan dan juga manfaat untuk kesejahteraan dan pemerataan pembangunan di Sumatera Utara.
Proyek pembangunan jalan yang terletak di Tapanuli Sumatera utara ini tidak sesuai dengan awal kontrak yang dibuat.
Perubahan kontrak yang dilakukan oleh pihak yang ingin memperkaya dirinya sendiri tanpa memikirkan kemajuan daerah Sumatera Utara membuat negara menjadi buntung.
Pembangunan jalan merupakan faktor utama pendukung kemajuan bagi daerah Sumatera Utara.
Semakin mudah akses jalan yang dilalui oleh kendaraan, maka akan semakin mudah juga menarik investor untuk melakukan pembangunan di Sumatera Utara.
Pemerataan pembangunan jalan hingga perbaikan atau rehabilitasi jalan juga dapat meningkatkan kesejahteraan daerah tersebut.
Awalnya kontrak yang telah disetujui dan sesuai ketetapan memiliki panjang hingga 6,5 km, tetapi hal tersebut tidak terlaksana.
Bahkan terdapat perubahan kontrak membuat proyek pembangunan jalan yang awalnya 6,5 km menjadi 4 km saja.
Tentunya hal tersebut tidak sesuai dengan anggaran yang telah digelontorkan oleh negara dalam pembangunan infrastruktur jalan di Sumatera Utara.
Proyek pembangunan Jalan Silangit menuju Jalan Muara Sumatera Utara ini terdapat adanya penggunaan anggaran secara sepihak.
Total anggaran yang digelontorkan untuk proyek pembangunan Jalan Silangit menuju Jalan Muara Sumatera Utara ini menghabiskan anggaran sebesar Rp15 miliar.
Akibat penggunaan anggaran yang tidak semestinya membuat negara menjadi rugi akibat ulah oknum yang hanya mementingkan dirinya sendiri.
Pihak yang memangkas panjang dari Jalan Silangit menuju Jalan Muara Sumatera Utara kurang lebih mencapai 2,5 km, terjadi karena perubahan atas kontrak seiring waktu berjalan.
Tentunya atas perilaku penggunaan anggaran yang tidak semestinya dan memperkaya oknum jahat harus membayar pertanggungjawaban.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi