Baru 3 Tahun Beroperasi, Smelter Berkapasitas 315 Juta Ton di Kalimantan Selatan Mangkrak, Investasinya…

InNalar.com – Salah satu daerah di Kalimantan yang kaya akan hasil tambangnya adalah Kalimantan Selatan.

Sebab itu, tentu diperlukan adanya smelter, atau pabrik pengolahan tambang agar hasil bumi yang diperoleh dapat diolah langsung.

Namun ternyata terdapat smelter di Kalimantan Selatan yang justru mangkrak atau telah ditinggalkan.

Baca Juga: Proyek di Pasuruan Ini Menghabiskan Anggaran Rp 2,056 Triliun! Sumbernya Sudah Ada Sejak Zaman Hindia Belanda

Padahal smelter pengolahan bahan tambang ini merupakan yang pertama kalinya ada di Kalimantan Selatan.

Bahkan Kalimantan Selatan juga merupakan penghasil Intan terbesar yang ada di Indonesia.

Sedangkan bahan galian tambang yang menjadi hasil komoditi utama di Kalimantan Selatan adalah bijih besi dan batu bara.

Baca Juga: Izin Penetapan Sempat Hangus, Kini Jawa Barat Punya Bandara Internasional yang Menelan Dana Rp2,6 Triliun!

Dalam mengolah bijih besi yang didapat, maka hasil tambang tersebut akan diolah di smelter milik PT. Meratus Jaya Iron & Steel.

Sekedar informasi, perusahaan tersebut sebenarnya merupakan gabungan dari dua perusahaan, yaitu PT. Aneka Tambang bersama PT Krakatau Steel.

Dilansir InNalar.com dari dpmptsp.kalselprov.go.id, lokasi dari smelter pabrik pengolahan pertama yang berada di Kalimantan Selatan tersebut berada di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu.

Baca Juga: Nyaris Putus Tergerus Banjir, Ini Penyebab Jembatan Ambles di Lampung Tengah Bisa Langsung dapat Perbaikan

PT. Meratus Jaya Iron & Steel. yang menjadi Smelter pertama di Kalimantan Selatan ini diketahui telah berdiri sejak tahun 2008.

Sayangnya, setelah berjalan beberapa tahun, smelter bijih besi ini harus mangkrak atau ditinggalkan pada tahun 2015.

Diterangkan jika alasan ditinggalkannya smelter di Kalimantan Selatan itu disebabkan terjadinya penurunan harga biji besi di pasar dunia,

Sebab itulah harga jual dari bijih besi yang telah diolah di smelter tersebut menjadi tidak kompetitif lagi.

Sebagai tambahan, Proyek smelter di Kalimantan Selatan ini diketahui memiliki kapasitas mencapai 315.000 ton per tahun.

Sedangkan untuk pembangunannya, smelter pertama di Kalimantan Selatan ini membutuhkan anggaran sebesar Rp. 1,2 triliun.

Berdasarkan informasi yang terdapat pada situs milik MERATUS JAYA IRON & STEEL yang dipublikasikan tahun 2020, diterangkan jika smelter bijih besi itu AKAN DIOPERASIKAN kembali.

Meskipun hingga saat ini smelter bijih besi di Kalimantan Selatan tersebut diketahui tidak ada perkembangan lebih lanjut. ***

Rekomendasi