

inNalar.com – Revitalisasi Pasar Umum Negara (PUN) menjadi mega proyek di kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, Bali.
Pasar Umum Negara di Jembrana akan direvitalisasi oleh Kementerian PUPR melalui Prasarana Permukiman Wilayah di Bali.
Hal ini dilakukan karena kondisi bangunan di Pasar Umum Negara di Jembrana, Bali sudah tua dan pada 2003 pernah mengalami kebakaran.
Tema yang diusung untuk Pasar UmumNegara di Jembrana, Bali sebagai bangunan hijau yang menjadikan gedung pasar dengan konsep rakyat yang modern.
Sehingga, diharapkan dapat membawa dampak lebih besar lagi untuk roda perekonomian kota negara dan Kabupaten Jembrana, Bali.
Luas lahan yang akan direvitalisasi yaitu 24.146 meter persegi dan luas gedung sebesar 17.652 meter persegi.
Baca Juga: 334 Km dari Samarinda, Intip Pesona Pulau Unik di Kalimantan Timur yang Dijuluki Surga Tersembunyi
Pasar akan dibagi menjadi Gedung A dan Gedung B, dengan masing-masing terdiri dari dua lantai. Kemudian tempat parkir yang akan menampung 113 kendaraan mobil dan 416 kendaraan motor.
Terdapat 649 kios dan 336 los yang ada di Pasar Umum Jembrana, Bali. Namun, nantinya para pedagang akan kembali menempati kios/los sesuai ukuran awal yang ditempati.
Revitalisasi Pasar Umum Negara di jembrana, Bali pendanaannya berasal dari APBN tahun 2023-2024 (MYC) senilai Rp143,5 miliar.
Baca Juga: Terak 46 Desa di Lamongan Jawa Timur, Tol Sepanjang 74 Km Ini Pakai Anggaran Sebesar Rp21,9 Triliun
Dengan jangka waktu pembangunan selama 300 hari kalender atau sekitar 10 bulan, dan di bulan Juni 2024 konstruksi diharapkan selesai semua.
Sebelum itu, para pedagang menolak revitalisasi Pasar Umum Negara Jembrana, Bali tersebut dengan mengunjungi rumah anggota DPRD Jembrana H. Muhammad Yunus pada 23 Januari 2023.
Mereka keberatan akan konsep revitalisasi untuk Pasar Umum Negara di Jembrana, Bali karena dikhawatirkan dapat mematikan para pedagang yang ada di pasar tersebut.
Sebelumnya, revitalisasi Pasar Umum Negara Jembrana, Bali sudah direncanakan pada tahun 2016. Namun ditolak karena khawatir kondisi pasar akan semakin sepi, sehingga revitalisasi dibatalkan.
Ketika mendapatkan kabar reaksi dari para pedagang tersebut, Bupati I Nengah Tamba menyampaikan bahwa revitalisasi Pasar Umum Negara Jembrana, Bali akan membuat pasar menjadi semakin bagus.
Beliau menjelaskan bahwa tidak ambil kebijakan yang akan merugikan masyarakat. Konsep revitalisasi Pasar Umum Negara Jembrana, Bali akan jadi bangunan yang lebih bagus serta tertata.
Dengan begitu, para pembeli dapat lebih betah untuk berkunjung ke Pasar Umum Negara Jembrana, Bali ini. Dan juga nantinya akan dibuat jembatan kaca.***