

inNalar.com – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatra VIII Kementerian PUPR terus meningkatkan pengerjaan proyek pembangunan daerah irigasi Lematang Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatera Selatan.
Luas Daerah Irigasi (DI) Lematang mencapai 3.000 hektar saat ini masih dalam tahap pembangunan sepanjang 10 km dengan progres rampung 38 persen
Selain itu, nantinya akan diadakan saluran sekunder dengan panjang 30 km yang nantinya akan mengaliri lima saluran yaitu, Sekapiya, Selebang, Plang Kenidai, Jokoh serta Tepus yang masih dalam wilayah Kota Pagar Alam.
Diketahui investasi dalam pembangunan irigasi ini senilai Rp237 miliar yang digarap oleh Kontraktor Nindya Surya (joint operation) yang nantinya akan menggabungkan bendungan dan saluran irigasi di Kota Pagar Alam yang mengairi persawahan.
Hal ini dilakukan guna menyediakan air ke dalam sistem sawah yang dapat diatur dan diukur dengan mudah.
Proyek pembangunan DI Lematang ini merupakan program kerja sma antara Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam dengan Kementerian PUPR serta Kementerian LHK.
Pembangunan ini nantinya akan bermanfaat untuk meningkatkan produksi pertanian yang nantinya akan berdampak dalam peningkatan ketahanan pangan yang berada di Wilayah Pagar Alam dan juga Provinsi Sumatra Selatan
Jika nanti pada produktivitas setiap hektar mencapai 6 ton Gabah Kering Giling (GKG) dalam hitungan per tahun, maka terdapatnya irigasi Lematang ini akan menambah produksi GKG dengan besaran 18 ribu ton.
Tak hanya itu, BBWS VIII Sumatra juga membangun jalan akses sepanjang 2,6 km menuju area bendungan, lalu membuat saluran kantong lumpur dengan panjang 166 meter dan juga membangun jembatan penyebrangan.
Baca Juga: Libur Nasional 2024: Daftar Hari Libur Serta Cuti Bersama Sesuai SKB, Total Ada 27 Hari
Pembangunan Irigasi DI ini menggunakan proses tahapan primer dan juga sekunder, hal ini bertujuan untuk dapat memastikan keberhasilan dalam proyek pembangunan.
Pemerintah setempat juga menyampaikan agar pembangunan irigasi ini dapat dilakukan dengan upaya bersama sehingga proyek ini akan selesai tepat waktu.
Dengan keberhasilan yang nantinya rampung diharapkan proyek ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat, terutama bagi petani yang berada di kawasan Pagar Alam.
Selain itu dibangunnya Proyek irigasi ini dapat mengatasi masalah kekeringan yang selama ini dialami oleh masyarakat.
Proyek Pembangunan DI di Lematang ini merupakan bagian dari Proyek Strategi Nasional (PSN) yang ditargetkan rampung pada tahun 2024.
Adanya proyek ini juga menjadi acuan dalam upaya pemerintah meningkatkan bahan pangan dan juga kesejahteraan petani yang berada di Kota Pagar Alam.***