

inNalar.com – Ternyata Kalimantan Selatan mempunyai kerajinan yang terbuat dari rumput liar.
Kerajinan Anyaman Purun, itulah namanya, berasal dari tumbuhan rumput liar yang hidup dan endemic di ekosistem gambut.
Kerajinan Anyaman Purun merupakan kerajinan lokal yang berasal dari Kalimantan Selatan.
Dikenal sebagai Kota Seribu Sungai membuat tanaman purun tumbuh subur di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.
Manfaat tanaman Purun bagi masyarakat adalah membuat kerajinan rumah tangga, seperti tas, topi, tikar, sejadah, dan sebagainya.
Dilansir dari berbagai sumber, tanaman Purun sangat dekat kehidupan warga setiap harinya.
Selain itu, dengan tumbuhan Purun dapat memberikan inspirasi bagi kearifan lokal terhadap budaya masyarakat.
Badan Restorasi Gambut (BRG) ikut melatih serta mendampingi para warga diberbagai wilayah.
Hal ini dilakukan sejak 2017 dengan tujuan untuk mengembangkan kerajinan tradisional anyaman purun sehingga dapat menghasilkan berbagai macam produk.
Baca Juga: Libur Nasional 2024: Daftar Hari Libur Serta Cuti Bersama Sesuai SKB, Total Ada 27 Hari
Usaha BRG pun membuah hasil. Pada 2019, mengajak salah satu warga Desa Jarenang, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, untuk hadir dan berpartisipasi dalam acara Festival Indonesia.
Festival Indonesia 2019 tersebut diselenggarakan oleh Kedutaan Besar RI merupakan serangkaian acara pameran kebudayaan, pariwisata, dan perdagangan.
Festival tersebut diadakan di Oslo, Norwegia, dari 29 Juni sampai 30 Juni 2019 lalu.
Adanya festival tersebut, BRG dapat menunjukkan dan mempromosikan potensi besar dari ekosistem gambut.
BRG dapat memperkenalkan kerajinan anyaman purun kepada dunia, khusunya masyarakat Norwegia.
Hal ini bisa membuat kerajinan anyaman purun khas Kalimantan Selatan menjadi salah satu kerajinan lokal yang memukau baik di Indonesia maupun di dunia.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi