

inNalar.com – Tidak hanya di daerah Kalimantan, pembangunan smelter nikel juga dilakukan di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Diketahui terdapat 2 smelter nikel baru yang dibangun atau didirikan pada kawasan Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Pembangunan smelter nikel di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan telah dimulai sejak bulan Maret tahun 2020.
Smelter nikel yang ada di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan ini merupakan proyek pembangunan milik Jusuf Kalla.
Jusuf Kalla mendirikan 2 smelter nikel di atas lahan seluas 141 hektar dibawah naungan PT Bumi Mineral Sulawesi atau PT BMS.
PT BMS yang menaungi pembangunan smelter nikel di Sulawesi Selatan ini diketahui merupakan anak usaha dari Kalla Group.
Smelter nikel baru yang dibangun di Sulawesi Selatan ditargetkan selesai pada kuartal 3 tahun 2023 ini.
Namun, per Juli 2023 progress pembangunan smelter nikel pertama di Kabupaten Luwu telah mencapai 90,07%.
Smelter nikel pertama yang telah mencapai 90,07% tersebut adalah smelter Ferronickel Smelting Plant PT BMS.
Sedangkan smelter kedua yang juga dibangun di Kabupaten Luwu adalah smelter Nickel Sulfat Battery Grade.
Smelter kedua yang juga dibawah naungan PT BMS milik Jusuf Kalla ini progressnya baru mencapai persentase 6,77%.
Apabila 2 smelter nikel baru di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan ini telah rampung, diperkirakan nilai investasinya akan sangat besar.
Kedua smelter nikel yang dibangun diatas lahan seluas 141 Ha di Kabupaten Luwu ini nilai investasinya dapat mencapai Rp 10 triliun.
Disampaikan oleh Jusuf Kalla bahwa smelter nikel yang dibangun di Kabupaten Luwu ini masing-masing akan berkapasitas 60.000 ton.
Tinggal menunggu sedikit lagi, Kabupaten Luwu di Sulawesi Selatan segera memiliki smelter nikel dibawah naungan Jusuf Kalla.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi