

inNalar.com – Smelter nikel dengan kapasitas produksi mencapai 33.000 ton nikel per tahun telah dibangun di Luwu, Sulawesi Selatan.
Smelter nikel yang dibangun di salah satu daerah Sulawesi Selatan ini diketahui berada dibawah naungan PT Bumi Mineral Sulawesi (PT BMS).
PT Bumi Mineral Sulawesi yang bertanggung jawab atas pembangunan smelter nikel di Sulawesi Selatan merupakan anak usaha dari Kalla Group yang dimiliki oleh Jusuf Kalla.
Smelter nikel yang dibangun oleh Jusuf Kalla di daerah Luwu, Sulawesi Selatan ada 2 dengan kapasitas produksi yang sangat besar.
Smelter nikel pertama yang dibangun oleh Jusuf Kalla di Sulawesi Selatan adalah Ferronickel Smelting Plant PT BMS.
Lalu smelter nikel kedua yang ada di Luwu, Sulawesi Selatan dan dibangun oleh Jusuf Kalla adalah Nickel Sulfat Battery Grade.
Tidak hanya membangun smelter nikel, PT Bumi Mineral Sulawesi juga mendirikan area power house hingga transmisi sebesar 150 kV.
Baca Juga: Habiskan Rp839 M, Bandara Toraja di Sulawesi Selatan Ini Korbankan 3 Bukit untuk Pembangunannya
Pembangunan area power house hingga transmisi sebesar 150 kV ini bertujuan untuk menunjang smelter nikel yang sedang dibangun.
Adapun fasilitas penunjang lain yang dibangun untuk menunjang smelter nikel di Kabupaten Luwu adalah flyover.
Diketahui bahwa sedang dibangun pula flyover sepanjang 30 meter yang akan menghubungkan jalan pabrik hingga area terminal khusus.
Pembangunan smelter nikel di atas lahan seluas 141 Ha di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan sebanyak 85% dilakukan oleh warga lokal.
Hingga saat ini diketahui bahwa pembangunan smelter nikel pertama di Luwu, Sulawesi Selatan telah mencapai 90,07%.
Sedangkan untuk Nickel Sulfat Battery Grade, smelter nikel kedua pembangunannya masih mencapai 6,77%.
Dibangun sejak Maret 2020, dana investasi yang diberikan untuk smelter nikel di Luwu, Sulawesi Selatan mencapai Rp 2,9 triliun.
Apabila sudah beroperasi, nilai investasi untuk smelter nikel di Sulawesi Selatan dapat mencapai Rp 10 triliun.***