Peras Dana APBN Rp934 M, Bendungan di Jawa Timur ini Pembangunannya Sempat Molor Selama 4 Tahun, Kok Bisa?

inNalar.com – Dalam rangka memenuhi kebutuhan air baku daerah dan irigasi sawah, pemerintah tengah gencar menambah jumlah bendungan dan salah satunya di Jawa Timur.

Bendungan di Jawa Timur ini bisa dibilang bendungan baru karena diresmikan pada tahun 2021 lalu.

Jadi yang pertama di Kabupaten Pacitan, Bendungan di Jawa Timur ini dikenal dengan nama Bendungan Tukul.

Baca Juga: Panjangnya 3.100 Meter, Bendungan di Nganjuk Jawa Timur Raih Penghargaan Jadi yang Terpanjang di Asia Tenggara

Tepatnya bendungan tukul ini berlokasi di Arjosari, Krajan, Karanggede, Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Bendungan Tukul diresmikan langsung oleh Presiden Jokowi pada tahun 2021 lalu.

Bendungan ini memiliki kapasitas mencapai 8,68 juta meter kubik dengan tipe urugan zonal.

Jumlah kapasitas tersebut menjadikan Bendungan Tukul dapat mengairi 600 hektar sawah.

Baca Juga: Nilai Proyeknya Rp350 Miliar, Megaproyek Flyover di Jawa Timur Ini Progesnya Sudah Mencapai 70 Persen

Tak hanya itu, Bendungan Tukul juga berfugsi sebagai penyedia air baku untuk masyarakat sekitar Kabupaten Pacitan.

Bendungan Tukul juga berfungsi sebagai pengendali banjir dan konsevarsi sumber daya air.

Selain itu, bendungan ini juga difungsikan untuk pembangkit listrik yang dapat menghasilkan tenaga mikrohidro 2×132 kilowatt.

Untuk membangun bendungan ini, pemerintah menggelontorkan dana yang sangat fantastis hingga hampir Rp 1 triliun.

Baca Juga: Mengenal Kota Tertua di Jawa Timur yang Populer dengan Sebutan “Kota Tahu”, Punya Bandara Terbesar?

Tepatnya, pemerintah mengalokasikan dana APBN sebesar Rp 934 miliar untuk pembangunan Bendungan Tukul.

Sebenarnya, pembangunan bendungan ini dimulai pada tahun 2013 dan ditargetkan rampung pada tahun 2017.

Tetapi, pembangunan bendungan ini sempat mangkrak atau molor selama 4 tahun. Kok bisa?

Permasalahan utama yang menyebabkan pembangunan bendungan ini molor adalah masalah pembebasan lahan.

Sebagai informasi, pembebasan lahan bendungan yang miliki luas 77 hektar ini baru selesai pada tahun 2016.

Setelah itu, baru dilakukan pembangunan fisik secara mayor hingga pada akhirnya rampung dan diresmikan pada tahun 2021.***

 

Rekomendasi