Mirip Youtefa di Papua, Jembatan Kali Kuto Habiskan Rp200 M dan Jadi Ikon Jalan Tol Trans Jawa

inNalar.com – Satu lagi jembatan yang menarik untuk dikulik adalah Jembatan Kali Kuto.

Jembatan Kali Kuto adalah sebuah jembatan yang berada di ruas Tol Batang-Semarang.

Jembatan Kali Kuto terbentang di atas sungai dan menghubungkan antara dua kabupaten.

Baca Juga: Investasinya Tembus Rp36,5 Triliun, 2 Smelter Nikel di Kalimantan Timur Ini Jamin Serap Tenaga Kerja Lokal

Jembatan ini menghubungkan antara Kabupaten Batang dan Kabupaten Kendal.

Jembatan Kali Kuto ini memiliki panjang sekitar 100 meter.

Jembatan ini juga memiliki jembatan lain di sampingnya yang masing-masing berukuran 32,2 meter.

Baca Juga: Peras Dana APBN Rp934 M, Bendungan di Jawa Timur ini Pembangunannya Sempat Molor Selama 4 Tahun, Kok Bisa?

Jembatan Kali Kuto ini, selain dirancang untuk menjadi jalan penghubung, juga dirancang dengan memenuhi unsur estetika.

Jembatan Kali Kuto memiliki struktur yang menarik. Jembatan ini memiliki dua lengkungan berwarna merah yang tentunya akan memikat mata.

Dengan lengkungan merah yang menarik itu, Jembatan Kali Kuto menjadi salah satu ikon di Jalan Tol Trans Jawa.

Baca Juga: Bendungan di Jawa Tengah Senilai Rp2,060 Triliun Ini akan Menjadi Bendungan Tertinggi di Indonesia?

Tinggi maksimak lengkungan tersebut adalah kurang lebih 30 meter dari aspal jalan.

Selain menjadi ikon, ternyata pembangunan dari jembatan ini juga tidak kalah menarik.

Jembatan Kali Kuto jadi jembatan tol pertama yang strukturnya dirakit langsung di tempat.

Baca Juga: Sempat Mangrak Selama 12 Tahun, Jembatan di Sulawesi Utara Ini Bakal Dipercantik dengan Anggaran Rp11,5 Miliar

Pembangunan jembatan ini mirip dengan pembangunan Jembatan Youtefa di Papua.

Setiap struktur di jembatan in dibuat di tempat lain seperti Serang, Tangerang, dan Pasuruan.

Kemudian, setiap struktur yang sudah dibuat didatangkan ke lokasi, baru setelahnya, dirakit menjadi bentuk Jembatan Kali Kuto yang kita ketahui sekarang.

Baca Juga: Unik! Masa Lalu Suku di Sulbar Ini Kental dengan Laut Termasuk Penguasa Segitiga Emas Sulawesi, Ada yang Tahu?

Struktur jembatan ini dibagi dalam dua belas segmen dan pembangunannya dilakukan secara bertahap.

Pembangunan Jembatan Kali Kuto dimulai sejak tahun 2018. Pada tahun 2018, pembangunan masih dalam tahap knstruksi.

Kemudian, pemasangan segmen 1 hingga segmen 12 mulai dilakukan.

Baca Juga: Kapasitasnya 500 Ribu TEUs, Pelabuhan Terbesar di Pulau Borneo Namanya Pernah Jadi Polemik Masyarakat Kalbar

Pada akhir 2018, dilakukan uji beban di Jembatan Kali Kuto ini.

Kemudian, pada awal tahun 2019, jembatan ini sudah selesai dibangun dan beroperasi secara penuh.

Pembangunan Jembatan Kali Kuto yang hanya berjalan kurang dari satu tahun ini menghabiskan dana sekitar Rp 200 miliar.***

 

 

Rekomendasi