Produknya Jadi Andalan Emak-Emak, Pabrik Plastik Berusia 77 Tahun di Jawa Barat Ini Terancam Bangkrut, Kenapa?

inNalar.com – Jawa Barat dikenal dengan sektor industrinya yang berkembang pesat dari tahun ke tahun.

Terbukti dengan adanya beberapa pabrik industri yang bergerak di berbagai bidang di Jawa Barat.

Salah satu pabrik di Jawa Barat ini memproduksi alat-alat rumah tangga dengan bahan plastik ini dikenal dengan merek Tupperware.

Baca Juga: Inilah Bocoran Soal PTS, UTS untuk Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP Semester 1 dan kunci Jawabannya

Lokasi pabrik PT Tupperware Indonesia ini berada di Jababeka V, Sertajaya, Kec. Cikarang Tim., Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Berbicara mengenai sejarahnya, Tupperware ini pertama kali didirikan pada tahun 1946 di Amerika oleh Earl Tupper.

Earl Tupper membuat sebuah wadah plastik kedap udara yang digunakan untuk menyimpan makanan.

Baca Juga: Perusahaan Tambang Batu Bara di Kalimantan Timur Ini Ternyata Jadi yang Terbesar di Dunia, Berdiri Sejak…

Tupperware diperkenalkan di Indoensia pada tahun 1991 silam dan mengubah kehidupan orang Indonesia dalam menyimpan makanan.

Produk Tupperware bisa dibilang merupakan andalan emak-emak terutama wadah bekal makanan atau botol plastiknya.

Tupperware mengalami masa kejayaannya sejak awal masuk ke Indonesia dan masih bertahan hingga sekarang.

Baca Juga: Inilah 5 Sekolah yang Memiliki Pemandangan Alam Menakjubkan di Indonesia, Salah Satunya Indahnya Bukan Main

Namun, kabar tak mengenakkan menerpa pabrik plastik legendaris di Jawa Barat ini.

Pasalnya, Tupperware dikabarkan terancam bangkrut. Apa penyebabnya?

Tupperware disebut-sebut gagal beradaptasi dengan perkembangan zaman yang mana semuanya serba digital dari segi produk maupun distribusinya.

Baca Juga: Perdana di Shopee Live! Flash Sale Mobil Rp9 Ribu Sarwendah Diikuti Lebih Dari 180 Ribu Orang Secara Serentak

Sementara, penjualan dari Tupperware sendiri masih menerapkan model bisnis tatap muka.

Selain itu, kini kesadaran masyarakat akan lingkungan juga semakin tinggi dimana mereka lebih memilik produk yang ramah lingkungan menggunakan kertas atau lilin lebah.

Pergerakan saham dari peruhaan Tupperware juga mengalami penurunan drastis hingga 50 persen.

Baca Juga: Mirip Youtefa di Papua, Jembatan Kali Kuto Habiskan Rp200 M dan Jadi Ikon Jalan Tol Trans Jawa

Hal tersebutlah yang membuat perusahaan Tupperware ini kini terancam bangkrut.***

 

 

 

Rekomendasi