Ironi Kemiskinan di Daerah Penghasil Sawit Terbesar di Kalimantan Barat, Mampu Produksi 509.765 ton, tapi…

inNalar.com – Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi yang menjadi sentra utama produksi sawit di Indonesia.

Menurut data Kementerian Pertanian RI, Kalimantan Barat merupakan provinsi dengan luas areal perkebunan sawit terluas kedua di Indonesia setelah Riau yang luasnya 2.862.132 hektare.

Adapun luas lahan sawit Provinsi Kalimantan Barat sendiri diketahui mencapai 2.109.890 hektare melampaui luas lahan Kalimantan Tengah yang luasnya 1.880.820 hektare.

Baca Juga: Mega Korupsi Terbesar! Lahan Kelapa Sawit 37 Ribu Hektar di Riau Ini Ternyata Untungkan hingga Rp78 Triliun?

Produktivitas perkebunan sawit rakyat, negara, dan swasta di Provinsi Kalimantan Barat pun memberikan banyak kontribusi ekonomi yang cukup besar dibanding provinsi di wilayah Kalimantan lainnya.

Terbukti, Kalimantan Barat tercatat memiliki lahan sawit dari perkebunan rakyat seluas 689.830 hektare dengan kemampuan produksinya mencapai 1.428.859 ton.

Adapun lahan sawit milik perkebunan swastanya tercatat pula luasnya 1.392.656 hektare dengan capaian produksi menembus 4.269.327 ton.

Baca Juga: Resmi Berstatus Pailit, Pabrik Teh Terbesar di Jawa Barat Ini Akhirnya Dikuasai oleh Perusahaan Milik Belanda

Dengan demikian, total kemampuan produksi sawit di Provinsi Kalimantan Barat sendiri mampu menembus 5.742.925 ton, provinsi dengan produksi sawit paling produktif kedua di Pulau Kalimantan.

Namun di balik pencapaian gemilang tersebut, nampak permasalahan kemiskinan masih membayangi provinsi yang satu ini.

Tercatat dalam Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019, Kalimantan Barat sempat menjadi provinsi paling miskin dibanding wilayah lainnya di Kalimantan.

Baca Juga: Siswa SMP Wajib Tahu! Inilah 10 Latihan Soal PTS atau UTS Mata Pelajaran IPA Kelas 7 Semester 1

Angka kemiskinan Kalimantan Barat di tahun 2019 sendiri menyentuh angka 7,49 persen tertinggal dari empat provinsi lainnya di Kalimantan.

Meski begitu, pada tahun 2021 Kalimantan Barat berhasil menekan angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 7,15 persen.

Pada tahun 2022, kemiskinan di Kalimantan Barat berhasil ditekan kembali hingga 6,73 persen.

Namun sebuah ironi kemiskinan di wilayah produsen terbesar sawit Kalimantan Barat terjadi di Kabupaten Ketapang.

Dilansir dari laman sippn.menpan.go.id, Kabupaten Ketapang memiliki persentase penduduk miskin ekstrem tertinggi di provinsi ini, yakni 3,57 persen atau sejumlah 73.342 jiwa.

Apabila merujuk pada data Kementerian Pertanian RI, Kabupaten Ketapang mampu produksi sawit hingga 509.765 ton.

Adapun penghitungan produktivitas lahannya, yaitu 2.213 kilogram per hektare dengan 34.369 KK tercatat sebagai petani sawitnya.

Untuk itu, perlu adanya strategi khusus dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat guna mengatasi permasalahan kemiskinan di kabupaten yang memiliki potensi terbesar di provinsi ini.***

Rekomendasi