

inNalar.com – Pembangunan Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Kalimantan Utara tidak berjalan lancar.
Di tengah krisis dan kesulitan untuk mencari gas, SPPBE yang sudah dibangun 7 tahun silam tak kunjung difungsikan hingga akhirnya terbengkalai.
Akibatnya, SPPBE yang harusnya menjadi tempat pengisian dan pengangkutan elpiji untuk warga sekitar dipenuhi oleh semak belukar, hingga menjadi padang rumput.
Baca Juga: Lahap Rp118 M, Gedung Termegah di Kudus Ini Kalahkan Tinggi Tugu, Ternyata Bukan Hotel, Melainkan…
Dilansir inNalar.com dari berbagai sumber, SPPBE di Kalimantan Utara tersebut berlokasi di Tanjung Palas, Bulungan.
Pembangunan SPPBE di Kabupate Bulungan tersebut dibangun berkat kerjasama Pemkab Bulungan dengan PT Wahasna Petrogas Indonesia.
Tanjung Palas dipilih menjadi lokasi pembangunan SPPBE karena dinilai memiliki lokasi yang strategis di Kalimantan Utara.
Kedatangan rencana pembangunan SPPBE di Tanjung Palas memberikan harapan kepada masyarakat setempat untuk mendapatkan pasokan elpiji lebih mudah.
Selain itu, keberadaan SPPBE tersebut juga diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran dengan merekrut tenaga kerja lokal.
Keyakinan atas pembangunan SPPBE di Bulungan ditambah dengan wacana pemerintah yang memanfaatkan tempat itu sebagai pelayan kebutuhan masyarakat Malinau.
Baca Juga: Pentingnya Skin Preparation Sebelum Makeup Agar Tahan Lama, Apakah Tetap Menggunakan Sunscreen?
Sayangnya, bangunan yang dapat menampung 400 ton gas elpiji tersebut tak kunjung difungsikan setelah pembangunan.
Diwacanakan pada tahun 2012 silam hingga pembangunan rampung dan diresmikan pada Agustus 2015, SPPBE ini terlantar.
Tak jelas bagaimana nasibnya, bangunan megah yang dulunya diidam-idamkan itu kini dipenuhi semak belukar.
Padahal, bangunan yang berada tepat di samping sungai Kuli tersebut sudah dikelilingi pagar pengaman.
Terlantarnya bangunan SPPBE Bulungan menyebabkan distribusi gas gas elpiji 3 kg tidak karuan, apalagi selama ini diambil dari Kota Samarinda.
Tidak menggunakan bangunan megah tersebut, pemerintah berencana membangun SPPBE di Berau untuk melayani kebutuhan gas elpiji di daerah Kalimantan Utara.***