Berambisi Membuat Koloni di Ruang Angkasa, Para Ilmuwan Berlomba Untuk Bisa Produksi Bayi Pertama

inNalar.com – Tujaun membuat koloni manusia di luar angkasa ini terus diwujkan oleh para ilmuwan di dunia.

Seluruh ilmuwan dan juga peneliti antariksa dari berbagai belahan dunia terus melakukan beberapa upaya tentang bagaimana cara memproduksi bayi pertama yang akan lahir di luar angkasa.

Ide ini tercetus saat para ilmuwan berpikir jika nantinya manusia ingin menjelajahi luar angkasa maka mereka akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Baca Juga: Gokil! India Siap Kirim Pesawat Antariksa ke Matahari Usai Keberhasilannya Menuju ke Bulan

Melalui hal tersebutlah peneliti merasa penting untuk dapat memahami bagaimana reproduksi manusia dapat berlangsung dengan lingkungan yang berbeda.

Kerja sama kini tengah dilakukan oleh badan antariksa Kanada, Jepang dan juga Eropa dengan mengembangkan program Gateway untuk dapat membangun stasiun luar angkasa yang terletak diobit bulan yang nantinya akan dikelola manusia.

Selain itu, sejumlah miliarder seperti Jeff Bezos dan Elon Musk kini tengah merancang untuk dapat mendirikan koloni di planet Mars dan Venus, dan juga menerbitkan perusahaan pariwisata luar angkasa.

Menurut para ilmuwan dalam semua langkah awal usaha manusia menjelajah ke luar angkasa, mereka mengungkap bahwa cara bereproduksi bayi di luar angkasa harus lebih dulu terpecahkan.

Baca Juga: Habiskan Dana 10 Triliun, Bandar Antariksa di Papua Ternyata Ditolak Masyarakat, Kok Bisa?

Sejumlah ilmuwan pun menyatakan terdapat masalah utama dalam memproduksi bayi di luar angkasa salah satunya adalah radiasi dan juga gravitasi yang jauh berbeda dengan bumi.

Dalam mengatasi hal ini SpaceBorn United sebuah perusahan Belanda ini telah mengembangkan sebuah miniatur bayi tabung dan inkubator embrio.

Hal ini dibuktikan dengan uji coba yang dilakukan oleh perusahaan itu, yaitu dengan menyelesaikan uji jatuh dari ketinggian 20 km diatas bumi hal ini dilakukan untuk dapat menguji dampak radiasi terhadap perangkat material organik.

Jika nantinya uji coba ini berhasil, penelitian juga dapat memberikan wawasan yang cukup penting untuk dapat meningkatkan keberhasilan perawatan bayi tabung di bumi.

Baca Juga: Chandrayaan-3 Sebuah Pesawat Luar Angkasa Milik India Ternyata Berhasil Menuju Bulan, Apakah Ada Misi Khusus?

Dalam langkah berikutnya, ilmuwan akan memanfaatkan bioteknologi di luar angkasa, termasuk dengan pembuatan rahim buatamn.

Diketahui tim peneliti yang berasal dari Israel telah berhasil membuat embrio tikus yang tumbuh di luar alam selama dalam waktu 11 hari.

Dalam hal ini SpaceBorn United berharap dapat melakukan dan mencapai lima hari pertama terhadap tikus sebelum nantinya akan beralih dengan sel manusia dan juga embrio.

Mereka mempunyai ambisi untuk mengatasi tantangan reproduksi di luar angkasa dengan tidak meninggalkan batasan hukum penelitian embrio manusia yang berlaku.

Saat ini perusahaan tersebut berfokus dalam tahap awal reproduksi yaitu dengan konsepsi dan perkembangan embrio awal.

Tujuan jangka panjang mereka adalah dnegan melakukan persalian di laur angasa, dnegan mencapai langkah-langkah yang kecil terlebih dahulu.

Terdapat rencana, peluncuran pertama SpaceBorn United yang dijadwalkan di tahun 2025 dnegan rencana mengirim manusia untuk menjelajah mars atau venus yang dilakukan pada tahun 2050.***

Rekomendasi