Mangkrak! Dibangun Sejak 2012, Proyek Pembangunan Jalan Rp580 Miliar di Kalimantan Timur Ini Disorot KPK?

inNalar.com – Tidak hanya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur juga tengah membangun infrastruktur yang berupa jalan.

Meski begitu, ternyata pembangunan infrastruktur jalan di Kalimantan Timur ini justru mangkrak.

Bahkan karena mangkraknya pembangunan jalan di Kalimantan Timur tersebut, KPK sampai menyoroti kejadian itu.

Baca Juga: Selain Kampung Belanda, Jawa Barat Juga Punya Kampung Bidadari Berisikan Gadis Desa Cantik Jelita

Pasalnya, pembangunan infrastruktur itu telah dialokasikan dana hingga ratusan miliar.

Apalagi pembangunan infrastruktur jalan ini telah dilakukan selama 11 tahun lamanya.

Sebab, pembangunan jalan tersebut telah dimulai sejak tahun 2012 yang lalu.

Baca Juga: Luasnya Cuma 2,023 Meter, Pulau Terkecil di Dunia Ternyata Ada di Kalimantan Barat, Intip Pesona Alamnya

Hingga di tahun 2022, KPK langsung menyoroti kejadian tersebut, dimana terdapat proyek infrastruktur yang mangkrak di Kalimantan Timur.

Adapun jalan yang dimaksud adalah Jalan Bung Karno, yang berada di Desa Juaq Asa, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat.

Jalan Bung Karno di Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur ini diketahui memiliki panjang 12 Km.

Baca Juga: Panjangnya 30,47 Km, Perbaikan Jalan Senilai Rp29,13 Miliar di Kapuas Hulu Kalimantan Barat Akhirnya Dimulai

Dilansir inNalar.com dari kpk.go.id, diketahui anggaran sebesar Rp. 582 Miliar telah dikeluarkan untuk melakukan pembangunan jalan di Kalimantan Timur ini.

Padahal pembangunan infrastruktur Jalan Bung Karno di Kalimantan Timur tersebut merupakan proyek multiyears.

Jika sesuai rencana, infrastruktur Jalan Bung Karno di Kabupaten Kutai Barat ini akan membelah bukit Mencelew di Kalimantan Timur.

Ditambah lagi jalan Bung Karno ini sebenarnya memiliki peran penting untuk menjadi jalur bagi warga Kecamatan Tering menuju pusat pemerintahan Kabupaten Kutai Barat.

Ironisnya, tidak hanya pembangunan infrastruktur jalan Bung Karno yang mangkrak di Kalimantan Timur.

Karena terdapat pembangunan infrastruktur lain yang mana juga mangkrak, dan ditinggalkan.

Salah satu proyek yang mangkrak itu adalah pembangunan Pelabuhan Royoq di Hulu Mahakam, Kabupaten Kutai Barat.

Meski begitu, disebutkan jika gubernur Kalimantan Timur justru tidak mengetahui alasan kenapa terdapat proyek pembangunan infrastruktur di daerahnya yang mangkrak hingga ditinggalkan.***

 

Rekomendasi