

inNalar.com – Perusahaan yang teretak di Kalimantan Selatan ini harus berhenti beroperasi yang diakibatkan oleh beberapa faktor kendala.
Perusahaan yang berhenti beroperasi di Kalimantan Selatan ini melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) hingga sebagian besar karyawan dipecat.
Tentunya hal tersebut juga memiliki dampak bagi kemajuan Kalimantan Selatan, mengingat banyaknya karyawan yang di-PHK.
Perusahaan yang sedang terpuruk di Kalimantan Selatan melakukan PHK ratusan karyawan, perusahaan tersebut memiliki nama PT.Balimas.
Bahan baku yang digunakan untuk suplai produk di perusahaan tersebut sulit untuk didapatkan, bahan baku yang digunakan yaitu karet.
Harga karet yang yang turun membuat perusahaan di PT. Balimas Kalimantan Selatan harus berhenti beroperasi.
Sebab biaya produksi yang membutuhkan biaya yang sangat banyak tidak sebanding dengan harga jualnya.
Dilansir dari mahkamaagung.go.id selain terkendala bahan baku untuk produksi hingga harga penjualan, terdapat persoalan lain yaitu mengenai faktor internal yang terjadi di perusahaan.
Faktor tersebut yakni tutupnya grup perusahaan yang terletak di Sumatera dan juga Kalimantan Barat.
Baca Juga: Senilai Rp5 Miliar, Akses Jalan Antar Kampung di Kalimantan Tengah Tidak Dilengkapi Perencanaan dan…
Bahkan beberapa kewajiban dari adanya pembayaran dibebankan kepada PT. Balimas yang terletak di Kalimantan Selatan.
Tidak hanya itu harga penjualan barang juga anjlok sehingga memicu pailitnya perusahaan di Kalimantan Selatan hingga PHK 900 karyawan yang bekerja di sana.
Pemecatan karyawan hampir keseluruhan para pekerja yang ada di sana juga berdampak pada kemajuan untuk Kalimantan Selatan.
Baca Juga: Shin Tae-yong Sanjung Peran Erick Thohir Atas Keberhasilan Timnas Indonesia Menuju Pentas Piala Asia
Pemastian untuk perusahaan beroperasi kembali jika bahan baku dan harga penjualan membaik belum dapat dipastikan beroperasi kembali.
Semua karyawan yang PHK sudah mendapatkan hak dan tentunya kewajiban yang dibayarkan atas upah pekerjaan para karyawan.
Sehingga pemutusan kerja para karyawan tidak menimbulkan masalah yang serius, mengingat perusahaan juga harus berhenti beroperasi akibat bahan baku dan juga harga penjualan.***