

inNalar.com – Lebih dari satu abad kiranya, dua desa tua di hulu Sungai Kayan, Kalimantan Utara tidak pernah dialiri listrik oleh PLN.
Bukan tanpa sebab, ternyata dua desa di Kalimantan Utara tersebut sudah direncanakan akan ditenggelamkan untuk pembangunan PLTA IKN.
Rencananya, Pemerintah Indonesia akan membangun PLTA terbesar se-Asia Tenggara yang ditempatkan di kedua desa Kalimantan Utara tersebut.
Lalu, bagaimana pendapat dari warga kedua desa tersebut, apakah mereka semua begitu mudah menyetujui penenggelaman rumah tinggal mereka?
Diketahui, dikatakan oleh seorang warga desa bahwa sebenarnya mereka kurang menyetujui proyek PLTA tersebut.
Namun, dikarenakan manfaat yang didapat jika PLTA terbesar se-Asia Tenggara tersebut jadi dibangun, makan kedua warga desa tersebut pun akan menuainya juga.
Diketahui, kedua desa yang rencananya akan ditenggelamkan tersebut adalah Desa Long Peleban dan Long Lejoh di Kalimantan Utara.
Kedua desa tersebut, dihuni oleh masyarakat desa yang berasal dari adat suku Dayak Kenyah.
Ironisnya, warga kedua desa tersebut ternyata telah menduduki desa terpencil di Kalimantan Utara itu lebih dari satu abad.
Baca Juga: 9 Rahasia Kecantikan Song Hye Kyo, Si Ratu Drama Korea yang Cantik Bak ABG
Kemudian, lebih parahnya lagi adalah, selama lebih dari satu abad tersebut, mereka tidak pernah mencicipi yang namanya energi listrik.
Setidaknya, terdapat kurang lebih 700 warga desa di Kalimantan Utara akan direlokasikan dan berpotensi kehilangan sumber penghidupan mereka.
Bukan hanya itu, masyarakat kedua desa tersebut juga harus mengorbankan nilai-nilai budaya, seperti makam leluhur yang sudah terpendam oleh tanah.
Pembangunan PLTA tersebut difungsikan untuk memenuhi kebutuhan kawasan industri dari Kalimantan Utara hingga ke Ibu Kota Nusantara nantinya.
Dilansir dari laman web ksp.go.id disebutkan bahwa PLTA yang bakal dibangun di Kalimantan Utara tersebut bernama PLTA Kayan.
PLTA Kayan ini merupakan salah satu proyek super prioritas yang menandai transisi energi Indonesia menuju industri rendah karbon.
Baca Juga: Miris Lagu Halo Halo Bandung Dijiplak Malaysia, DPR RI Dede Yusuf Langsung Buka Suara!
Diketahui, bahwa pembangunan PLTA Kayan di Kalimantan Utara ini akan memanfaatkan area sepanjang sungai Kayan, di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan.***