

inNalar.com – Pada umumnya nasi merupakan makanan yang banyak dikonsumsi oleh warga negara Indonesia, tapi penduduk kampung tradisional di Cimahi tidak mengkonsumsi nasi.
Tapi berbeda dengan daerah satu ini yaitu Cimahi yang memiliki keunikan para penduduk yang berada di kampung tradisional tidak mengkonsumsi nasi.
Nasi merupakan makanan pokok warga negara Indonesia tapi tidak untuk penduduk yang berada di kampung tradisional Cimahi.
Kampung tradisional yang tidak mengkonsumsi nasi hingga satu abad ini terletak di kampung Cireundeu, kampung tradisional tersebut merupakan perkampungan adat.
Penduduk yang ada disana serentak untuk menolak mengonsumsi nasi, perlu diketahui bahwa penduduk yang menetap di perkampungan tradisional tersebut masih melestarikan adat dan istiadat.
Warisan leluhur nenek moyang masih tetap dijaga dan dilestarikan hingga turun temurun, kampung tradisional yang berada di Cimahi ini memiliki luas lahan pemukiman hingga 64 hektar.
Baca Juga: Simak! Berikut 5 Judul Lagu yang Punya Vibes Sering Dikaitkan dengan Istilah Old Money
Dilansir dari cimahi.go.id rincian luas lahan yang berada di kampung tradisional tersebut yakni 60 hektar digunakan penduduk yang ada di sana sebagai ahan pertanian.
Sedangkan untuk 4 hektarnya digunakan penduduk sebagai tempat pemukiman atau tempat tinggal.
Kampung tradisional yang memiliki nama Kampung Cireundeu ini para penduduknya berprofesi sebagai petani yang digunakan sebagai mata pencaharian sehari-hari.
Baca Juga: Demi Green Energy, Desa Leluhur di Kalimantan Utara Ini Rela Ditenggelamkan untuk Membangun PLTA IKN
Bahkan kampung tradisional yang berada di pelosok ini sudah ada sejak abad 16, alasan para penduduk tidak mengkonsumsi nasi yaitu mengingat pada zaman penjajahan.
Penduduk sulit untuk mengkonsumsi nasi sehingga menggantinya dengan singkong yang direbus, dulu para penjajah menguasai hasil rempah dan juga makanan pokok.
Seiring dengan berkembangnya zaman singkong tersebut diolah hingga menjadi seperti beras atau biasanya disebut dengan Rasi, tetapi penduduk di kampung tradisional Cimahi menyebutnya dengan nama Sangueun.
Sehingga sejak zaman penjajah masuk ke Indonesia dan merampas rempah-rempah hingga makanan pokok membuat penduduk yang ada di Cimahi mengkonsumsi singkong sebagai alternatif.
Dari adanya peristiwa tersebut membuat penduduk yang ada di kampung tradisional Cimahi tidak mengkonsumsi nasi hingga sekarang.
Sudah 100 tahun lamanya penduduk di kampung tradisional di Cimahi ini tidak mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok dan menggantinya dengan singkong.***