

inNalar.com – Provinsi Sumatera Utara memiliki sebuah kampung adat, bahkan kampung adat ini termasuk salah satu yang tertua di provinsi tersebut.
Kampung adat tertua ini terletak di Kabupaten Nias, Sumatera Utara masih melestarikan peninggalan nenek moyang dan tetap dijaga hingga sekarang.
Para pendekar yang tangguh dan juga para pejuang siap memasang diri untuk melawan para penjajah dari kawasan Sumatera Utara.
Baca Juga: Akan Berubah Nama Dari DKI Menjadi DKJ Setelah Pindah Ibu Kota, Ini Sejarah Berubahnya Nama Jakarta
Kampung adat yang memiliki nama Orahili Fau ini dulunya memiliki peristiwa yang hingga saat ini masih dikenang.
Dulu pada kampung adat yang terletak di Sumatera Utara ini memiliki peristiwa sejarah yaitu pembinasaan pada kampung tersebut.
Tidak hanya itu kampung adat Orahili Fau di Sumatera Utara ini dulunya pernah dibakar dan penduduk yang menetap di kampung tersebut dijadikan sebagai budak.
Diketahui pada tahun 1840 dan tahun 1855 hingga tahun 1856 kampung adat Orahili Fau Sumatera Utara ini melakukan perlawanan kepada para penjajah Belanda.
Para pejuang yang berasal dari kampung adat Orahili Fau selalu menggagalkan rencana untuk perebutan wilayah kekuasaan di kampung tersebut.
Diketahui bahwa perebutan kekuasaan di Sumatera Utara ini paling susah untuk ditaklukkan berada di Orahili Fau.
Perlu diketahui kampung adat Orahili Fau merupakan benteng terakhir yang ada di Sumatera Utara yang susah untuk ditaklukan di direbut kekuasaan wilayahnya oleh para penjajah Belanda.
Banyak para pahlawan yang berasal dari Sumatera Utara turut membantu melawan dan mengusir para penjajah Belanda untuk pergi dari sana.
Dilansir dari kemenparekraf.go.id peninggalan sejaran yang amsih dilesarikan di kampung adat Orahili Fau Sumatera Utara ini yaitu batu megalitikum, batu tersebut merupakan batu yang memiliki ukuran besar.
Budaya yang masih dilestarikan secara turun temurun yakni tari perang atau disebut dengan julukan Maluaya, adapun lompat batu atau disebut Fahombo Batu.
Tidak hanya itu alat musik tradisional hingga atraksi lainnya masih tetap dilestarikan, pada tahun 2012 terjadi pemekaran wilayah di kampung ada Orahili Fau Sumatera utara.
Total pemekaran wilayah di sana yaitu terbagi menjadi tiga kampung, meskipun terjadi pemekaran wilayah para penduduk disana tetap hidup rukun dan juga sejahtera.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi