

InNalar.com – Ustadz Khalid Basalamah menyampaikan dalam satu ceramahnya tentang dosa yang tidak kita sadari terus mengalir.
Hal ini sangat menarik untuk disimak dan dipelajari.
Sebagai umat Muslim, kita harus selalu berusaha sadar akan dosa-dosa yang mungkin tak terlihat, namun berpotensi membahayakan keberkahan hidup kita.
Baca Juga: Apakah Benar Dosa Zina Tidak Dapat Diampuni Selama 40 Tahun? Berikut Jawaban Buya Yahya
Dalam Al-Qur’an, Allah Swt. mengingatkan kita tentang dosa-dosa kecil yang berpotensi membahayakan iman dan amal kita.
Dalam al-Qur’an sura al-An’am ayat 120 Allah Swt berfirman.
“Dan tinggalkanlah dosa yang nampak dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang yang mengerjakan dosa, niscaya akan dibalas karena apa yang telah mereka kerjakan.”
Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
Baca Juga: Dijamin Ampuh ! Ternyata ini Cara Mengobati Rasa Benci, Dengki, dan Dendam dari Buya Yahya
“Jauhilah 7 dosa yang merusak: 1) Syirik (menyekutukan Allah), 2) Sihir, 3) Membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan hak.
Selanjutnya, 4) Memakan harta riba, 5) Memakan harta anak yatim, 6) Melarikan diri dari medan perang, 7) dan menuduh zina wanita mu’minah yang baik.”
Namun, selain dosa-dosa besar yang jelas-jelas dilarang dalam agama, masih banyak dosa lain yang mungkin tak terlihat namun dapat berdampak besar pada keberkahan hidup kita.
Melansir dari kanal youtube Lentera Islam, dalam ceramahnya ustadz Khalid Basalamah memberikan contoh dosa yang sering terjadi tanpa kita sadari. Di antaranya adalah sebagai berikut.
Baca Juga: Akibat Gambar, Rumah Ini Tidak Didatangi Malaikat! Berikut Penjelasannya Menurut Buya Yahya
Ustadz Khalid Basalamah mengatakan bahwa membiarkan orang lain melakukan maksiat adalah suatu kesalahan.
Sebagai seorang muslim dan umat Nabi Muhammad Saw, kita diperintahkan untuk ber-Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar atau memerintahkan kepada kebaikan dan melarang dari perbuatan yang tidak baik.
Seperti firman Allah dalam al-Qur’an surah Ali Imran ayat 110,
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”
Ustadz Khalid kemudian mencontohkan bagaimana cara kita untuk menasehati sesama melakukan kebaikan dan menjauhi segala yang telah dilarang. Khalid Basalamah mengatakan:
“Terdapat orang yang tidak sholat kita tanya, kenapa akhi tidak sholat? Itu sudah ingkar munkar ya, lalu kita masuk kepada ma’ruf, itu kan perintah agama. Allah Swt. yang mewajibkan begini begitu dan seterusnya.”
Beliau meneruskan, jika ada seseorang yang melihat saudaranya melakukan keburukan dan dia abaikan, maka ia mendapatkan dosa.
“Hal yang lebih berbahaya lagi, selama ia tidak meluruskan kesalahan orang itu, dan ia sudah sempat melihatnya tapi ia abaikan sama sekali, berusaha untuk meluruskannya tidak dilakukan. Maka bisa jadi dosa, yang terus menerus dicatatkan kepadanya, karena dia membiarkan.”
Maka untuk mencegah dosa itu dicatatkan terus menerus, sepatutnya kita meluruskan walaupun hanya sekali.
“Jadi inkar munkar itu, dan amar ma’aruf, melarang dari perbuatan dosa dan menyuruh kepada kebaikan itu yang wajibnya hanya yang pertama.” Ungkap ustadz Khalid Basalamah.
Sesungguhnya tugas kita hanyalah menyampaikan kebaikan saja. Hidayah ada ditangan Allah Swt.
Banyak dari kita sering kali membuang-buang waktu dengan obrolan dan bercanda yang tidak penting, sementara waktu yang kita miliki sangat terbatas untuk menuntut ilmu dan beramal shaleh.
Allah SWT berfirman dalam surat Al-Mu’minun ayat 3
“Dan orang-orang yang menjauhi diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna.”
Berprasangka buruk pada orang lain dapat merusak hubungan baik dan saling percaya, serta membuat kita kehilangan potensi kebaikan.
Dalam hadits riwayat Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda,
“Berbaik sangka lah pada Allah, dan janganlah engkau berbaik sangka pada setan. Dan berbaik sangka lah pada hamba-hamba Allah.”
Dalam menyikapi dosa yang tidak kita sadari terus mengalir, maka kita harus selalu berupaya untuk meningkatkan kesadaran dan istiqomah dalam beribadah.
Pertama, kita harus terus belajar dan memperdalam ilmu pengetahuan Islam.
Kedua, kita harus berdoa dan memohon perlindungan kepada Allah SWT agar terhindar dari setiap dosa yang merusak.
Selanjutnya ketiga, kita harus saling mengingatkan dan memotivasi untuk selalu berusaha mewujudkan kebaikan.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan hidayah dan perlindungan bagi kita semua dari dosa-dosa kecil yang berpotensi merusak hidup kita.
Amin.***