

inNalar.com – Jalan layang atau flyover adalah sebuah jalan yang dibangun tidak di bidang datar, melainkan melayang.
Pembangunan flyover biasanya memiliki tujuan tertentu seperti untuk menghindari area rawan, mengatasi kemacetan, dan lain-lain.
Salah satunya adalah flyover yang berada di Provinsi Kalimantan Barat ini.
Pembangunan jalan layang ini adalah untuk menjadi jalan alternatif karena melewati area yang sering banjir.
Pembangunan jalan layang ini dimulai pada akhir 2021 dan tahap pertamanya selesai di akhir tahun 2022.
Jalan layang (flyover) ini memiliki panjang sekitar 750 meter dan tinggi sekitar 2,4 meter.
Baca Juga: Sedot Anggaran Rp56,9 Miliar, Jembatan Penghubung Bogor ke Sukabumi di Jawa Barat Kapan Rampung?
Biaya pembangunan dari jalan layang ini adalah sekitar Rp 60,7 miliar yang berasal dari APBN.
Anggaran yang cukup besar ini karena jalan layang ini berdiri di atas lahan gambut.
Oleh karena itu, dibutuhkan pondasi yang kokoh agar jalan layang ini dapat bertahan lama.
Jalan layang yang dibahas dalam artikel ini adalah jalan layang yang berada di ruas jalan nasional Nanga Semangut-Putussibau.
Jalan layang ini berada di antara Kecamatan Kalis dan Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Seperti yang disebutkan di atas, pembangunan jembatan ini adalah sebagai alternatif karena pada saat musim penghujan, are ini selalu terpendam banjir.
Pembangunan jalan layang ini adalah yang pertama di Kalimantan Barat.
Biasanya jalan layang (flyover) akan dibangun di ibu kota, seperti Jakarta dan Pontianak, karena aktivitas kendaraan yang padat.
Namun, jalan layang pertama di Kalimantan Barat ini justru dibangun di kabupaten untuk menghindari banjir. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi