

inNalar.com – Indonesia pada tahun 2024 akan mempunyai Kilang Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan kapasitas penyimpanan pengolahan minyak mentah terbesar yakni mencapai 360 kilo barel per hari atau bisa disingkat kbpd (kilo barrel per day).
Kilang Bahan Bakar Minyak ini merupakan salah satu proyek Strategis nasional (PSN) yang dikerjakan oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan.
Kilang bahan bakar ini merupakan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.
Dilansir dari laman situs Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) esdm.go.id, proyek ini akan didesain sebagai peningkatan kapasitas pengolahan yang awalnya 260 kpbd menjadi 360 kpbd.
Jika nantinya proyek pengembangan Kilang Balikpapan ini rampung maka diketahui jumlah produksinya akan jauh lebih unggul dari Kilang (KPI) yang terletak di Cilacap, Jawa Tengah.
Peningkatan yang dilakukan merupakan peningkatan kualitas berupa Euro II menjadi Euro V.
Peningkatan kualitas tersebut meliputi pembangunan sisa fluid catalytic cracking (RFCC), boiler, feed tank, bengkel dan gudang baru, flare baru bpp II dan fasilitas terminal Lawe-lawe.
Anggaran yang dikeluarkan dalam proyek ini sebesar US$3,1 miliar. Dana ini berasal dari Badan Kredit Ekspor dan Bank Umum.
Pendanaan ini merupakan pertama kalinya proyek kilang yang berada di Indonesia didanai oleh ECA.
Proyek dengan nilai besaran dana tersebut akan mencakup energi kerja sebanyak 20.250 dalam fase proyek dan fase operasi sebanyak 600.
Proyek ini juga nantinya akan digunakan sebagai tingkat penyerapan dalam negeri mencapai 30 sampai 35 persen.
Selain dari memenuhi kebutuhan bahan bakar secara nasional, nantinya kilang Balikpapan ini juga akan memproduksi produk petrokimia yakni Propylene dengan jumlah 225 KTPA.
Hal ini akan menjadi sebuah bahan baku yang berasal dari New Polypropylene (PP) Balongan untuk memproduksi produk substitusi impor.
Diharapkan program RDMP ini dapat berjalan sesuai dengan target yang telah ditentukan, hal ini dikarenakan kebutuhan energi nasional yang tinggi.
Sehingga membutuhkan dukungan yang lebih besar dalam peningkatan ketahanan energi secara nasional.
Dalam pengerjaannya Kilang Balikpapan telah mencapai progres 74 persen per juni 2023 dan ditargetkan rampung bertahap pada tahun 2024 hingga 2025 untuk dapat memenuhi kebutuhan energi yang terdapat di dalam negeri.
Dalam hal ini pertamina akan berkomitmen penuh dalam penguatan ketahanan energi nasional.
Proyek pembangunan RDMP Balikpapan ini merupakan sebuah proyek ekspansi dari Kilang Minyak Balikpapan yang telah beroperasi.
Jika RDMP Balikpapan rampung, nantinya tempat ini akan menjadi Kilang Minyak Terbesar di Indonesia, dikarenakan kapasitasnya yang dapat melampaui kapasitas dari Kilang Cilacap, yang kini masih menjadi Kilang Terbesar di Indonesia.***