

inNalar.com – Pada tahun 2023 ini, di Provinsi Kalimantan Timur sedang dibangun dua pabrik smelter nikel baru.
Kedua pabrik smelter ini berada di Kariangau, Balikpapan dan Pendingin, Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.
Pembangunan pabrik smelter di kedua tempat ini menghabiskan dana investasi sekitar Rp 36,5 triliun.
Dengan Rp 6,5 triliun dialokasian ke pabrik smelter di Balikpapan dan Rp 30 triliun digunakan untuk membangun pabrik smelter di Kutai Kartanegara.
Pada September 2023 ini, kedua pabrik smelter di Kalimantan Timur sudah dalam masa pembangunan.
Namun sayangnya, salah satu dari dua pabrik tersebut justru terjegal sebuah permasalahan.
Pabrik smelter tersebut adalah pabrik yang berada di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Pembangunan pabrik smelter di Kutai Kartanegara ini dilakukan oleh PT Kalimantan Ferro Industry (KFI).
Proyek pembangunan pabrik smelter ini juga mendapat dukungan dari investor China, Sanya Taihuitong New Material Co. Ltd..
Permasalahan dari pembangunan pabrik smelter di Kutai Kartanegara ini sudah muncul sejak tahun 2022 lalu.
Dilansir inNalar.com dari dprd.kaltimprov.go.id, pembangunan pabrik smelter nikel ini mendapat protes dari masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pabrik.
Protes tersebut berupa keluhan jalan yang rusak parah setelah adanya proyek pembangunan.
Selain itu, juga muncul banyak perbincangan tentang keberadaan tenaga kerja asing.
Kemudian, muncul keluhan lain terkait dengan bau limbah menyengat di sekitar pembangunan pabrik.
Terlebih lagi, pembangun proyek ini masih belum memiliki AMDAL dikarenakan masih dalam proses.
AMDAL sendiri adalah lebih singkatan dari analisis mengenai dampak lingkungan hidup.
AMDAL termasuk dokumen penting dalam menguji layak tidaknya kegiatan usaha yang akan berlangsung.
Oleh karena itu, keberadaan AMDAL ini sangat penting dan apabila tidak ada, kegiatan usaha dapat dikualifikasikan sebagai perbuatan melawan hukum.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi