

inNalar.com – Pelan tapi pasti, begitulah gambaran dan harapan terhadap mega proyek Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat.
Bagaimana tidak, proyek ambisius Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat ini mulai dibangun pada tahun 2018 melalui tiga tahapan pembangunan.
Diproyeksikan mega proyek Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat ini bakal selesai seluruhnya pada tahun 2027.
Lampu hijau mega proyek pembangunan Pelabuhan Internasional di Subang, Jawa Barat ini semakin mantap setelah adanya penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Japan International Cooperation Agency (JICA).
Dilansir dari laman pu.go.id, prosesi penandatanganan MoU dengan Pemerintah Jepang melalui JICA dilaksanakan pada Senin, 14 Agustus 2017 di Jakarta.
Pembangunan pelabuhan internasional ini akan dibangun di atas lahan seluas 654 hektare yang meliputi 6 desa di 2 kecamatan yang ada di Subang.
Keenam desa tersebut adalah Patimban, Kalentambo, Gempol, Pusakaratu, dan Kotasari yang berada di Kecamatan Pusakanagara.
Sementara yang ada di Kecamatan Pusakajaya terdapat satu desa bernama Pusakajaya.
Dilansir dari laman djkn.kemenkeu.go.id, total dana investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan mega proyek Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat sekitar sebesar Rp 43,22 triliun.
Dengan adanya proyek pembangunan Pelabuhan Internasional Patimban diharapkan dermaga ini akan menyerap 200 ribu tenaga kerja dari masyarakat sekitar lokasi pengerjaan.
Diproyeksikan pula, pelabuhan ini bakal berkolaborasi dengan Pelabuhan Tanjung Priok. Adapun nantinya pelayanannya akan banyak mengakomodir ekspor mobil ke Australia, New Zealand, dan negara tujuan ekspor lainnya.
Lokasinya yang berada di antara Jakarta dan Cirebon ini diharapkan memunculkan kawasan industri baru di Jawa Barat yang disebut dengan Rebana (Cirebon, Subang, Patimban, dan Kertajati.
Sebagai informasi, car terminal di Pelabuhan Internasional Patimban telah beroperasi pada tahun 2022.
Adapun total kapasitas terminalnya mampu menampung 218 ribu unit kendaraan setiap tahunnya, baik dalam skala domestik maupun internasional.
Kegiatan ekspor ke Filipina, Thailand, Singapura, dan Jepang pun telah dilakukan sejak Desember 2021 dan diharapkan tidak hanya mengangkat industri otomotif, tetapi nantinya juga akan mengangkat pertanian hasil bumi sekitar kawasan pelabuhan.***