

inNalar.com – Dikenal sebagai negara kepulauan, Indonesia juga menyandang gelar sebagai negara dengan penduduk terpadat keempat di dunia.
Keunikan negara Indonesia tentunya menjadi daya tarik tersendiri karena kepadatan penduduknya yang memiliki keragaman budaya.
Meski salah satu pulau terpadat di Indonesia yang paling dikenal adalah Pulau Jawa, rupanya ada satu pulau yang dinobatkan menjadi pulau terpadat di dunia.
Dilansir inNalar.com dari kanal YouTube @JelajahbumiOfficial, pulau terpadat di dunia adalah Pulau Bungin yang terletak di lepas pantai Bali, Nusa Tenggara Barat.
Kepadatan penduduk pulau ini dibuktikan dengan daratan yang hanya seluas 8,5 hektar namun dihuni oleh 5000 penduduk.
Maka dari itulah, Pulau Bungin menyuguhkan pemandangan tidak biasa di mana tidak memiliki lahan kosong.
Baca Juga: Telan Rp40 Miliar, Saluran Irigasi di Sumatera Utara Ini Belum Sebulan Sudah Rusak: Dikorupsi Oknum?
Beberapa hewan ternak seperti kambing yang dipelihara di pulau ini telah terbiasa mengonsumsi kertas ataupun plastik.
Keunikan lain yang dimiliki Pulau Bungin adalah tidak memiliki garis pantai sebab seluruh pesisirnya telah dibangun rumah-rumah penduduk yang saling berdempetan.
Meskipun begitu, pulau di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat ini terkenal dengan wisata kuliner seafood yang lezat, terutama hidangan laut khas Desa Bungin.
Mayoritas penduduknya adalah suku Bajo dari Sulawesi Selatan, yang merupakan pelaut ulung dan telah menetap di pulau ini selama lebih dari 200 tahun.
Berawal hanya dari gundukan pasir putih, suku Bajo menghuni Pulau Bungin dengan cara membangun rumah dari dasar terumbu karang mati.
Keterikatan penduduknya dengan hukum adat perkawinan menjadikan pasangan di Pulau Bungin harus membangun rumah dengan batu karang sebelum mereka menikah.
Seiring berjalannya waktu, luas pulau di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat ini terus bertambah karena pembangunan rumah-rumah baru.
Menjadi destinasi unik di wilayah Sumbawa, rupanya kehidupan pulau terpadat di dunia ini tidak seindah yang dibayangkan.
Pulau Bungin memiliki tantangan seperti akses air bersih yang sulit sebelum PDAM tersedia pada tahun 2021.
Fasilitas toilet umum juga tidak terawat, dan penguburan warga dilakukan di pulau seberang.
Namun, pembangunan jalur laut telah mempermudah akses dan membantu ekonomi masyarakat dengan memungkinkan mereka menjual hasil tangkapannya dengan lebih cepat.
Meskipun ada perbaikan, masih banyak aspek yang perlu diperbaiki di Pulau Bungin untuk meningkatkan kualitas hidup penduduknya.
Dengan begitu, Pulau Bungin bisa menjadi destinasi wisata menarik di Nusa Tenggara Barat yang dapat meningkatkan perekonomian daerah mereka.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi