

inNalar.com – Kabarnya proyek gas laut dalam di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur yang sempat tersendat pada tahun 2020 silam akhirnya bakal dibangkitkan kembali.
Sebelumnya, proyek ambisius Indonesia di Kalimantan Timur ini sempat dinilai gagal bersaing saat mendapat tekanan pandemi Covid-19.
Meski begitu, Perusahaan Chevron yang mengembangkan proyek gas laut dalam di Kalimantan Timur ini tetap bertanggung jawab mengalih kelola proyek senilai USD 9 miliar ini kepada perusahaan selanjutnya.
Dilansir dari laman esdm.go.id, Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas BUMI (BP Migas) menggandeng beberapa perusahaan yang bergerak di bidang energi migas, salah satunya Chevron Indonesia Company.
Wilayah kerja proyek gas laut dalam yang dipegang oleh Perusahaan Chevron ini berada di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur.
Tekanan luar biasa saat Pandemi Covid-19 yang dibuktikan dengan adanya laporan pendapatan perusahaan yang menurun pada kuartal 1 dan 2 tahun 2020 menyebabkan Chevron undur diri dari proyek ini.
Perusahaan Chevron sempat mencatatkan laba pada kuartal 1 (2020) sebesar USD 3,59 miliar, tetapi pada kuartal 2 (2020) merosot hingga USD -8,27 miliar.
Adapun pendapatan kuartal 1 menuju kuartal 2 (2020) pun terpantau merosot, yang semula penerimaannya USD 29,7 miliar menurun ke USD 15,92 miliar.
Lantas, bagaimana nasib produksi gas melalui megaproyek gas laut dalam di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur?
Dilansir dari laman eni.com, perusahaan migas Italia bernama Eni S.p.A bakal mengambil alih aset Chevron di wilayah kerja Cekungan Kutai, Kalimantan Timur.
Sebagai informasi, Perusahaan Eni sebelumnya telah menggarap proyek gas laut dalam di Lapangan Jangkrik dan Blok Muara Bakau yang juga berada di sekitar Cekungan Kutai, Kalimantan Timur.
Dengan demikian, cakupan garapan proyek gas laut dalam Perusahaan Eni akan semakin meluas.
Kabar ini telah membuka harapan baru bagi kelanjutan proyek yang sempat tersendat pada tahun 2020.
Diharapkan dengan rampungnya proses akuisi ini, proyek strategis nasional dapat dilanjutkan kembali pada tahun 2024.
Meski awalnya target produksi gas mulai mengalir pada tahun 2025, diharapkan dengan mulainya kembali di tahun 2024 ini bakal terwujud di tahun 2028.
Diketahui proyek gas laut dalam yang berada di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur ini berada pada kedalaman kisaran 975 meter – 1.785 meter.
Capaian produksi gas alamnya pun bisa mencapai 844 juta standar kaki kubik (MMSCFD) per harinya, sementara produksi minyaknya bisa mencapai 27 ribu barel per harinya.***