

inNalar.com – Menteri PUPR Basuki Hadimuljono terpantau meninjau proyek renovasi rumah adat khas Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat pada Minggu, 3 September 2023.
Rumah adat yang disebut dengan Rumah Betang Lunsa Hilir ini direnovasi dengan anggaran senilai Rp20,3 miliar, berlokasi di Dusun Danum Doro, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Rencananya, Rumah Betang di Kabupaten Kapuas Hulu ini bakal dipugar menjadi bangunan yang lebih tertata rapi mengingat bangunannya sudah berdiri sejak tahun 1942.
Rumah Betang Lunsa Hilir ini dihuni oleh masyarakat sub Suku Dayak Taman dan masuk dalam cagar budaya peninggalan bersejarah di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Renovasi yang dilakukan oleh Kementerian PUPR dan bersinergi dengan Pemerintah Daerah ini sebagai upaya melestarikan kemegahan bangunan sekaligus budaya kearifan lokalnya yang mengakar kuat masyarakat Dayak.
Dilansir dari laman pu.go.id, pemugaran Rumah Betang Lunsa Hilir ini meliputi beberapa pengerjaan yang di antaranya sebagai berikut.
Baca Juga: Sedot Biaya Rp948 Miliar, SPAM di Sumatera Utara Ini Mampu Layani 440.000 Jiwa, Daerahmu Terdampak?
Bangunan utama Rumah Betang akan direhabilitasi, begitupun dengan area bangunan servis, dan adanya rehabilitasi Tempat Pembuangan Sampah atau TPS.
Selain itu, pengerjaan rehabilitasnya juga meliputi pengerasan jalan, pembangunan area dapur komunal, kawasannya pun akan ada penataan khusus, dan terdapat pekerjaan mekanikal elektrikal.
Pembiayaan renovasi Rumah Adat Khas Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat ini menggunakan dana APBN 2023.
Pengerjaan renovasi Rumah Betang Lunsa Hilir ini sudah mulai sejak Bulan April 2023 dan diproyeksikan bakal rampung pada November akhir tahun ini.
Sebelumnya, Rumah Betang ini pun pernah dipugar sebelumnya. Tadinya, posisi beranda rumah tersebut menghadap ke jalan raya.
Pernah pula beranda yang disebut sebagai Ta’soo ini juga menghadap ke arah aliran sungai. Pasalnya, sungai dianggap keramat atau suci bagi masyarakat Dayak Taman.
Pihak pemerintah daerah berharap setelah rampungnya proses renovasi yang dilakukan pada rumah adat khas Kabupaten Kapuas Hulu ini bakal menarik banyak wisatawan untuk datang berkunjung.
Pasalnya, melalui sektor pariwisata lah budaya dan sejarah Dayak Taman dapat dikenalkan pada publik secara meluas.
Diharapkan pula masyarakat pun ikut menjaga dan memelihara bangunan yang tengah dipugar ini agar bisa awet tahan lama dan senantiasa menjadi bangunan ikonik kebanggaan Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Pasalnya, Rumah Betang bagi masyarakat Dayak tidak hanya menjadi warisan leluhur tetapi juga menjadi pusat kegiatan bersama masyarakat seperti kegiatan rapat atau agenda penting lainnya.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi