

inNalar.com – PT PLN (Perusahaan Listrik Negara) merupakan sebuah BUMN yang bergerak di bidang kelistrikan dan menjadi yang utama dalam penyediaan energi listrik nasional.
Sumber dari energi listrik yang disalurkan oleh PT PLN sendiri di Indonesia ini ada banyak sekali jenisnya.
Mulai dari PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air), PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap), juga ada PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu).
Di Provinsi Kalimantan sendiri akan dibangun sebuah PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu).
Kata ‘bayu’ dalam Pembangkit Listrik Tenaga Bayu memiliki arti sebagai angin. Artinya, PLTB juga bisa diartikan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Angin.
PLTB di Kalimantan Selatan ini akan dibangun di Kabupaten Tanah Laut yang nantinya akan mampu menghasilkan listrik berkapasitas 70 Megawatt (MW).
Pembangunan PLTB di Tanah Laut ini akan menjadi yang pertama dibangun oleh PT PLN dengan dilengkapi sistem penyimpanan energi baterai atau Battery Enegery Storage System (BESS).
PLTB di Tanah Laut, Kalimantan Selatan ini juga termasuk ke dalam proyek pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT).
Pembangunan dari PLTB Tanah Laut ini sendiri dilakukan oleh tidak hanya satu, namun tiga perusahaan sekaligus.
Dilansir inNalar.com dari web.pln.co.id, dalam pembangunan PLTB ini, PLN menggandeng serta PT Adaro Power, Total Eren S.A., dan PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PJBI).
Kerja sama PLN beserta tiga perushaan berbeda ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL).
Pembangunan PLTB di Tanah Laut, Kalimantan Selatan ini akan dimulai pada tahun 2024 dan beroperasi pada tahun 2025.
Setelah pembangunannya selesai, PLTB Tanah Laut diharapkan dapat mengurangi emisi CO2 sebesar 220.000 ton per tahun.
Selain itu, PLTB ini nantinya juga akan berkontribusi dalam pengurangan emisi CO2 (Karbon) sebesar 34,8 persen bagi Indonesia.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi