

inNalar.com – Lubang Jepang merupakan terowongan (bunker) yang dibangun masa Perang Dunia ke-2 dan Perang Asia Timur Raya.
Lubang Jepang yang dimaksud terletak di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat dan sampai saat ini dijadikan sebagai wisata sejarah.
Lubang Jepang Bukittinggi ini berada di kedalaman 40 meter di bawah Taman Panorama Bukittinggi, Sumatera Barat.
Baca Juga: Belum Kelar Sejak 2005, Pelabuhan di Yogyakarta yang Lenyapkan Anggaran Rp365 Miliar Ini Mangkrak?
Dilansir inNalar.com dari direktoripariwisata.id, Lubang Jepang dibangun oleh orang Indonesia pada masa kerja paksa 1942 – 1945, di bawah tekanan tentara Jepang.
Lubang Jepang sendiri dibangun atas perintah dari Panglima Divisi ke-25 Angkatan Darat Jepang, Letjen Moritake Tanabe.
Tujuan dibangun Lubang Jepang ini dijadikan sebagai benteng pertahanan bawah tanah dari tentara Jepang.
Total keseluruhan panjang wsiata sejarah Lubang Jepang adalah 1.470 meter atau setara dengan 1,5 kilometer.
Saat di dalam, para pengunjung dapat berjalan 300 meter atau sekitar 20 menit untuk bisa melihat semua lorong.
Dilansir dari Channel Youtube Disekitarkita id dalam video berjudul Lubang Jepang Bukittinggi, Perjalanan Sejarah Bangsa pada 11 Juni 2023, dijelaskan jika Lubang Jepang memiliki 21 lorong.
Baca Juga: Letaknya di Pedalaman Hutan Belantara, Perkampungan Kecil di Bojonegoro Jawa Timur Ini Namanya…
21 lorong Lubang Jepang terdiri dari 6 lorong ruang amunisi/bekas gudang senjata Jepang, 2 ruang makan para pekerja paksa/romusha, 12 kamar tidur/barack militer dari tentara Jepang, dan 1 ruang sidang.
Selain itu ada 6 pintu, yaitu pintu pengintaian, pintu penyergapan, pintu utama, pintu penghubung, dan 2 pintu pelarian/emergency.
Wisata sejarah Lubang Jepang tak lengkap tanpa berkunjung ke poin utama dari lubang tersebut, yaitu melihat langsung penjara dan dapurnya.
Perlu diketahui bersama, bahwa nyatanya dapur yang ada di Lubang Jepang bukanlah untuk memasak, melainkan untuk pembantaian romusha atau dapur eksekusi.
Terdapat juga lubang pembuangan mayat di dapur eksekusi yang dulu tingginya mencapai 1,5 meter.
Namun, saat ini lubang pembuangan mayat tersebut ditutup dan hanya tersisa lubang kecil.
Hal ini, lantaran dekat lubang pembuangan merupakan jurang Ngarai Sianok yang kedalamannya yaitu 70 meter.
Saat memasuki Lubang Jepang, wisatawan akan menuruni tangga sebanyak 132 anak tangga dengan panjang 64 meter.
Apabila keluar melewati pintu utama Lubang Jepang yang sebenarnya dan menaiki tangga alternatif maka dapat melihat pemandangan uang Rp2000 yaitu Pemandangan Ngarai Sianok.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi