
inNalar.com – Taukah kamu, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Madiun, Jawa Timur punya nama yang sangat unik, loh.
Bagi, orang luar Jawa Barat, luar Madiun atau mungkin daerah sekitarnya sendiri yang belum berkunjung, pastinya auto terkecoh, nih.
Bagaimana tidak, dalam satu nama, SMK ini memuat hal unik, berupa dua kata yang berlawanan, sehingga membuat orang bertanya-tanya perihal ‘masuknya pagi atau sore’
Baca Juga: Menilik Pesantren Unik di Banjarnegara, Para Santrinya Merupakan Lansia?
Pasanya, penamaan ‘pagi’ dan ‘sore’ dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai keterangan waktu. Sehingga secara sepintas, orang akan beranggapan bahwa SMK ini memang cukup membingungkan.
Nama sekolah tersebut memiliki kepanjangan SMK Sore Madiun Masuk Pagi, seolah main-main, namun namanya bukan sekedar julukan, loh!
SMK Sore masuk Pagi ini benar adanya ya, dan sudah terdaftar dalam data pendidikan kepemerintahan.
Baca Juga: Keren! Pondok Pesantren di Jombang Ini Ajarkan Kitab Kuning Gunakan Bahasa Inggris
Awal mula merintis sebagai sekolah baru, SMK ini diprakarsai oleh lima anggota PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia)
Yaitu, bermula dari keresahan masyarakat dan para guru sendiri, karena banyaknya siswa lulusan SLTP (Sekolah Lanjut Tingkat Pertama) yang tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya.
Pada saat itu, para alumni SLTP tersebut banyak yang kehabiasan kuota sekolah negeri yang masih terbatas.
Baca Juga: Tak Punya Dinding, Sekolah Ini Paling Unik di Bali, Siswanya Serasa Belajar di Tengah Alam Liar
Kemudian, kelima anggita PGRI tersebut berkolaborasi untuk mendirikan SMK sore melalui Yayasan Diponegoro sejak 1969.
Penamaan tersebut yang pasti bukan tanpa alasan, ya. Menurut keterangan Kepala Sekolahnya, dulu SMK tersebut memang masuk pada sore hari.
Melansir Instagram infomadiun, pada (07/01), sebelum diberi kepanjangan ‘masuk pagi’, para pendiri sempat menyewa beberapa ruangan layak di SD Mojokerto di Kecamatan Taman.
Saat pagi hari, ruangan dipakai dulu untuk anak-anak SD belajar, sehingga para siswa SMK, mereka kebagian belajar dari siang hingga sore.
Kemudian, pada tahun 1985, SMK Sore berhasil menyelesaikan pembangunanan gedungnya yang masih terpakai hingga saat ini.
Lokasinya berada di jalan Kelapa Manis no 41, Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Provinsi Jawa Timur
Sejak saat ada bangunan pribadi lah, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dipindahkan dalam waktu sekolah pada umumnya, yakni jam pagi hari.
Namun, karena sudah populer dengan nama SMK Sore, para pengelola hanya menambahkan l kata ‘masuk pagi’ pada bagian identitasnya, termasuk papan sekolah.
Pada saat pertama kali dimulai ajaran baru, Sayid Bisri, sebagai salah satu dari pendiri SMK tersebut, menjabat sebagai kepala sekolah seumur hidup, sampai 2003.
Kini, lima perintis pembangunan SMK tersebut sudah wafat sehingga perjuangannya dalam mendidik anak bangsa, diteruskan oleh para ahli waris. .
Sejak memiliki gedung sendiri, pembelajaran tatap muka pun dilaksanakan pada pagi hari. Tidak seperti sebelumnya yang digelar pada siang sampai sore hari.
Namun, karena nama SMK Sore pada waktu itu belum dikenal luas masyarakat. Pengelola akhirnya tetap menggunakan nama tersebut.
Namun, mereka menambahkan diksi Masuk Pagi, sehingga nama SMK Sore Masuk Pagi pun dimunculkan. ***