

InNalar.com – Baru-baru init terdapat berita ironis, tentang siswi SD di Gresik yang menjadi buta.
Alasan menjadi butanya ini bukan karena penyakit atau terjatuh, namun justru karena matanya dicolok oleh kakak kelasnya.
Bahkan mata siswi SD di Gresik Jawa Timur tersebut dicolok menggunakan tusuk bakso.
Kejadian ironis ini terjadi pada 7 Agustus 2023.
Belum berhenti disitu, karena kejadian tersebut, siswi SD tersebut sampai mengalami kebutaan, yang dikatakan buta permanen.
Berikut kronologi lengkap tentang siswi SD di Gresik Jawa Timur yang menjadi buta karena ulah kakak kelasnya.
Kala itu, sekolah yang diikuti siswi SD tersebut tengah merayakan perlombaan Agustus.
Baca Juga: Setelah Cadar, Kini Prancis Melarang Siswi Mengenakan Abaya di Sekolah, Karena Prinsip Sekularisme?
Ditengah sedang bermain di halaman, siswi SD tersebut lalu ditarik atau dibawa oleh kakak kelas ke lorong sekolah.
Ternyata, alasan siswi SD tersebut ditarik ke lorong sekolah adalah untuk dimintai uangnya secara paksa, atau palak uang.
Dilansir InNalar.com dari akun X (twitter) @TMIHARINI, sang siswi SD tidak mau memberikan uang, akhirnya kakak kelas tersebut yang kesal justru mencolok matanya menggunakan tusuk bakso.
Ironisnya dari kejadian tersebut, syaraf mata sang siswi SD tersebut menjadi tidak berfungsi, sehingga membuat matanya menjadi buta.
Baca Juga: Tak Punya Murid, Sekolah di Pedalaman Jawa Timur Ini Ditinggalkan Penduduknya Hingga Terbengkalai
Tentu atas kejadian tersebut, orang tua tidak terima akan kejadian kekerasan yang terjadi pada anaknya.
Sayangnya, pihak sekolah di SD Gresik Jawa Timur tersebut malah menolak memberi rekaman CCTV di sekolahnya.
Tentu tindakan seperti ini langsung ramai oleh komentar Netizen di X.
Pada komentar akun @Coffeedcat, ia mengungkapkan “Eyes for eyes. Ambil mata kakak kelasnya buat gantiin mata adeknya????”.
Diikuti pula dengan akun @yuanayu13, ia berkomentar “Bocil jaman sekarang kenapa jiwanya pada psikopat sih? Jadi was-was kalau anak ku lagi main sama temen-temennya”.
Berdasarkan kejadian tersebut, maka kepala sekolah terancam turun pangkatnya menjadi guru.
Sekedar informasi, kejadian ironis ini terjadi di SDN 236 Gresik, Jawa Timur.
Adapun kepala sekolah tersebut langsung dilakukan pemeriksaan oleh unit perlindungan perempuan dan anak (PPA).
Sebab kepala sekolah harus bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa pada siswi SD tersebut.
Bahkan pada kejadian tersebut, kepolisian setempat juga sampai membuat tim satuan khusus agar masalah ini dapat ditangani dengan cepat.
Tim khusus tersebut terdiri atas 35 orang, yang mana akan menyelidiki kasus ini hingga selesai.***