

inNalar.com – Mantan Dirut Pertamina, Karen Agustiawan, tersandung dugaan kasus korupsi pengadaan Liquefied Natural Gas (LNG) yang tercatat rugikan negara sebesar Rp2,1 triliun.
Diketahui Karen Agustiawan telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus korupsi pengadaan LNG oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa, 19 September 2023.
Meski dirinya tersandung skandal dugaan korupsi LNG, sosok Karen Agustiawan selaku eks Dirut Pertamina ini ternyata memiliki prestasi yang cukup gemilang di kancah global.
Baca Juga: Dibangun Membentang di Atas Lembah, Jalan Tol Bangkinang – Koto Kampar Punya Teknologi Tahan Gempa
Selain berhasil membawa Pertamina meraih pendapatan yang menembus USD 71,1 miliar, ternyata Dirut Pertamina periode 2009 – 2014 ini pernah dinobatkan sebagai wanita paling berpengaruh di dunia.
Sebelumnya, Karen Agustiawan diketahui sempat masuk ke dalam jajaran Asia’s 50 Power Businesswomen menurut list Forbes pada tahun 2011.
Kemudian pada tahun 2013, Eks Dirut Pertamina ini juga berhasil masuk ke dalam jajaran 50 pelaku bisnis wanita yang paling berpengaruh di dunia versi Fortune Global.
Pencapaian gemilangnya diikuti dengan adanya bukti keberhasilan Karen Agustiawan dalam memimpin Pertamina, khususnya pada tahun tersebut.
Apabila dilihat dari Annual Report Pertamina pada tahun 2013, nampak performa kinerja perusahaan migas BUMN ini cukup mulus.
Tercatat Pertamina berhasil mengguritakan asetnya dari tahun sebelumnya, yakni berhasil tumbuh 20,46 persen atau senilai USD 49.342 juta.
Selain itu, pendapatan Pertamina berhasil dilejitkan oleh Karen Agustiawan di angka USD 71,1 miliar.
Diketahui pada tahun 2012, capaian laba bersih Pertamina sebesar USD 2.766 juta. Kemudian di tahun selanjutnya tercatat meningkat sebesar 10,88 persen.
Laba bersih Pertamina pada tahun 2013 diketahui tercatat sebesar USD 3.067 juta.
Atas perolehan laba bersih tersebut, Return On Equity (ROE) dan Return On Investment (ROI) pun ikut meningkat, yakni 31,88 persen dan 14,89 persen.
Dilansir dari laman iatf-itb.org, Karen Agustiawan tercatat sebagai alumni jurusan Teknik Fisika dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Dirinya muncul sebagai sosok pimpinan Pertamina perempuan pertama sekaligus catatkan rekor pendapatan gemilang bagi perusahaan migas BUMN Indonesia.
Meski begitu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengumumkan penetapan Karen Agustiawan, selaku eks Dirut Pertamina periode 2009 – 2014 sebagai tersangka.
Melalui konferensi pers yang ditayangkan melalui YouTube KPK RI, Karen Agustiawan bertanggung jawab atas dugaan kasus korupsi pengadaan LNG.
Kasus dugaan korupsi pengadaan LNG ini diketahui telah mengakibatkan kerugian negara senilai USD 140 juta.***