Bikin Penasaran, Salah Satu Daerah di Jawa Tengah Mendapat Julukan Jepangnya Indonesia, Ada yang Tahu?

 

inNalar.com – Jawa tengah adalah salah satu provinsi di Indonesia yang berada di tengah Pulau Jawa, terdiri atas 29 Kabupaten dan 6 Kota.

Salah satu daerahnya bernama Tegal yang sangat terkenal dengan warteg dan logat ngapaknya yang khas.

Karena dua ciri khas tersebut Tegal mudah dikenali dan dibedakan dari wilayah lainnya.

Baca Juga: Hamburkan Anggaran Rp2,2 Miliar, Proyek Pembangkit Listrik di Sulawesi Barat Menyimpang dari Kontrak, Mengapa?

Tegal juga menjadi daerah dengan julukan Jepangnya Indonesia hal ini tidak lepas dari sejarah panjang penjajahan di Indonesia seperti dikutip dari kanal YouTube Ruhy Gawe TV.

Ada faktor yang menyebabkan Tegal mendapatkan julukan tersebut salah satunya masyarakatnya dikenal handal di bidang logam.

Banyak produk yang dibuat seperti piranti perkapalan, pertanian, onderdil, hingga perhiasan. 

Baca Juga: Digarap Sejak 2009! Jembatan Rp1,3 Triliun di Kalimantan Timur Ini Ternyata Tak Kunjung Digunakan, Mengapa?

Produk industrinya bahkan telah dipakai dalam industri manufaktur otomotif nasional. Industri logam di Tegal berawal pada masa kolonial.

Awal mulanya karena berdiri sebuah Pabrik logam NV Barat (PT Barata) dan NV Nrunger (PT Dwika) pada tahun 1819.

Tujuan dibangunnya pabrik tersebut untuk kebutuhan perlengkapan dan suku cadang pabrik gula, perkapalan, tekstil dan kereta api.

Baca Juga: Kerap Diunggulkan Jadi Cawapres, Erick Thohir Pasrahkan Keputusan pada Koalisi: Kalau Jodoh Pasti Bertemu!

Namun pada tahun 1940 industri tersebut diambil alih oleh Jepang untuk mencukupi kebutuhan peralatan perang.

Adanya kerja paksa yang dilakukan Jepang tidak semuanya dianggap buruk oleh pribumi di Kabupaten Tegal.

Karena para pribumi menjadi punya keterampilan, lebih teliti, dan disiplin.

Akhirnya banyak pribumi yang keluar dan membuka usaha bengkel kecil sendiri sesuai ketrampilan masing-masing.

Beberapa tempat di Tegal yang menjadi industri logam rumahan seperti Kecamatan Adiwerna dan Kecamatan Talang.

Budaya minum teh dalam poci juga menjadi salah faktor kenapa Tegal disebut dengan Jepangnya Indonesia.

Masyarakat Tegal yang gemar minum teh dalam poci sama dengan orang-orang Jepang yang juga memiliki kebiasaan minum teh.

Selanjutnya berendam air panas, Pada 1974 tegal menemukan sumber mata air panas yang terletak di kawasan Guci, Tegal.

Sejak saat itu masyarakat tegal mulai mencoba berendam dan melakukan terapi kesehatan di sumber mata air panas yang berasal dari Gunung Slamet.

Kebiasaan itu juga sering dilakukan oleh Jepang seperti yang sering ditayangkan pada serial anime.***

 

Rekomendasi