

inNalar.com – PT Bukit Asam atau yang sering disingkat dengan PTBA terus berproses mewujudkan lahan reklamasi bekas tambang batu bara menjadi sebuah kota wisata baru di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.
Dalam mendukung keberlangsungan lingkungan yang berkelanjutan, PTBA bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Muara Enim untuk mewujudkan pembangunan kota wisata baru di lahan reklamasi seluas 2.144,26 hektare.
Pembangunan yang dilakukan oleh PTBA ini merupakan bagian dari program pasca tambang di lahan konsesi batu bara yang tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2014.
Diketahui, perencanaan pembangunan kota wisata tambang di Tanjung Enim, Sumatera Selatan ini sudah dimulai sejak tahun 2016.
Realisasi pembangunan kota wisata yang digagas oleh PTBA di lahan bekas tambang batu bara ini sudah mulai terlihat geliatnya dan juga keindahannya.
Contohnya adalah Museum Batu Bara Bukit Asam Tanjung Enim sebagai representasi perjalanan penambangan batu bara yang usianya sudah 100 tahun lebih.
Baca Juga: Jisoo BLACKPINK Tampil Bak Peri di Film Dr. Cheon and Lost Talisman, K-Netz Beri Respons Tak Terduga
Selain itu, realisasi pembangunan kota wisata di Sumatera Selatan ini juga meliputi pusat kuliner, dan Mini Zoo and Jogging Track.
Ditambah lagi dengan pembangunan Plaza Saringan yang kini mulai jadi pusat tongkrongan anak muda Tanjung Enim, Sumatera Selatan.
Dilansir dari laman resmi Kebun Raya Sriwijaya, ternyata PTBA tidak hanya membangun taman tematik di Kebun Raya Sriwijaya, tetapi juga telah membangun Gedung yang diperuntukkan untuk pihak pengelola dengan luas 4.260 meter persegi.
Hingga Juni 2022, PT Bukit Asam (PTBA) telah menanam berbagai jenis pohon di area lahan bekas tambang batu bara sebanyak 1.333.350 batang pohon.
Adapun ragam jenis pohon yang ditanam meliputi Angsana, Akasia, Bambu, Jabon, Johar, Jati, Kayu Putih, Longkid, Mahoni, Merbau, Pinus, dan Sengon.
Upaya penanaman pohon di area bekas tambang batu bara ini dilakukan oleh PT Bukit Asam (PTBA) di kawasan Tanjung Enim, Sumatera Selatan ini sebagai upaya dekarbonisasi.
Dilansir dari laman resmi PTBA, Pada 6 bulan pertama 2022, perusahaan tambang batu bara yang telah ada sejak zaman Belanda ini telah berhasil melakukan pengurangan emisi sebesar 77 ribu ton CO2e.
Sebagai informasi, program pasca tambang yang dilakukan PTBA ini adalah kegiatan reklamasi yang meliputi pemulihan lahan bekas tambang maupun yang ada di luar area bekas tambang.
Pada proses pembangunannya pun PTBA berupaya untuk membangun kembali lahan bekas tambang tersebut menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis dan tak meninggalkan nilai sosial dan budayanya.***