Sudah Ada Sejak 1500 Masehi, Garam Tradisional dari Bali Jadi Incaran Wisatawan, Terbaik tapi Hampir Punah?

inNalar.com – Laut menjadi kekayaan alam yang tiada habisnya, salah satu hasil hasil laut adalah Garam.

Sejak 1500 Masehi Pantai Kusamba merupakan penghasil garam terbaik.

Pantai yang memiliki pasir hitam terletak di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali seperti dikutip dari kanal YouTube On The Spot Trans7.

Baca Juga: Siapkan Anggaran Rp1,92 Triliun, Proyek Bendungan di Jawa Barat Ini Bakal Reduksi Banjir di Hilir Citarum

Garam kusamba jadi garam terbaik karena mengandung 80% mineral alami.

Proses pembuatan garam kusamba juga masih menggunakan cara yang tradisional dan menjadi daya pikat para wisatawan.

Proses pertama yang dilakukan untuk membuat garam adalah dengan meratakan pasir pantai.

Baca Juga: Gedungnya Mirip KL Tower, Ternyata Ini Konsep yang Diusung Mall Tertinggi di Jantung Kota Medan Sumatera Utara

Petani garam akan mengambil air laut lalu disiram diatas pasir yang sudah diratakan, kemudian dilakukan secara berulang sampai 4 atau 5 kali.

Setelah itu didiamkan sampai pasir kering, biasanya memakan waktu sekitar 4 jam.

Setelah pasir kering, pipihan pasir akan dibawa ke gubuk yang sudah disediakan dan diletakkan di bak besar sebagai tempat saringan pasir yang terbuat dari kayu.

Baca Juga: Jisoo BLACKPINK Tampil Bak Peri di Film Dr. Cheon and Lost Talisman, K-Netz Beri Respons Tak Terduga

Kemudian setelah di taruh di saringan pasir akan disiram dengan air laut hingga mendapatkan air garam pertama.

Proses tersebut akan dilakukan secara berulang sebanyak 3 sampai 4 kali, sampai menghasilkan air garam murni.

Air garam murni akan ditampung dalam bak penampungan, kemudian dijemur dibawah sinar matahari.

Dijemur menggunakan bilah-bilah dari pohon kelapa dan geomembran lapisan kedap untuk menampung segala jenis cairan.

Hasil penjemuran air garam murni akan membentuk kristal-kristal garam murni dengan kualitas tinggi.

Petani garam kemudian mengambilnya dan membungkusnya dengan sederhana menggunakan besek dari anyaman bambu.

Dalam sehari garam yang dihasilkan mencapai 10-15 kilogram jika cuaca bagus.

Karena proses yang dilakukan panjang dan masih tradisional banyak pemuda-pemudi yang enggan meneruskan usaha keluarga mereka.

Harga jual garam juga tergolong murah padahal dengan kualitas tinggi, harga jual hanya berkisar Rp1.200 – Rp3.000 per kilogram.

Desa Kusamba bahkan mendapat pengakuan sebagai penghasil garam terbaik di dunia.

Garam Kusamba yang dihasilkan memiliki cita rasa yang khas dan bisa digunakan sebagai produk kecantikan jenis bath salt.

Banyak resort atau hotel di Bali yang menggunakan garam Kusamba sebagai bumbu dan salah satu bahan spa.

Garam Kusamba juga telah mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis (IG) Garam pada awal tahun 2022 lalu.***

 

Rekomendasi