Kuras Habis Batu Bara, Ini Cara Perusahaan Tambang di Sumatera Selatan Bertransformasi Jadi Perusahaan Energi

inNalar.com – Perusahaan tambang batu bara yang berbasis di Sumatera Selatan bernama PT Bukit Asam dinilai berhasil bertransformasi sebagai perusahaan energi.

Pasalnya, pada laporan kinerja pengelolaan lingkungan 2017, perusahaan tambang batu bara legendaris Sumatera Selatan ini berhasil catatkan keberhasilan efisiensi energi sebesar 10,45 persen.

Di samping keberhasilan efisiensi energi tersebut, ternyata PT Bukit Asam (PTBA) juga berhasil menurunkan intensitas konsumsi energi di tahun 2015 – 2016 sebesar 10,78 persen.

Baca Juga: Pantas Bikin Ngiler! Ternyata Segini Harga LNG, Gas Alam Cair yang Dikorupsi Oleh Eks Dirut Pertamina

Meski begitu, ternyata efisiensi energi ini tidak berpengaruh pada capaian produksi batu bara pada kedua tahun tersebut, yakni semula di tahun 2015 hasilkan 18,5 juta ton, tahun setelahnya pun tetap mampu hasilkan 20,5 juta ton.

Padahal, Perusahaan tambang batu bara di Sumatera Selatan ini menggunakan energi pada kedua tahun tersebut mengalami penurunan yang semula 3.595.377 (2015) menjadi 3.543.369 (2016).

Menyoal limbah yang dihasilkan dari aktivitas tambang batu bara, ada inovasi menarik yang dilakukan oleh PT Bukit Asam (PTBA) ini.

Baca Juga: Viral Nasabah Diduga Bunuh Diri, AdaKami Ternyata Milik Perusahaan China Meski CEO Berasal dari Indonesia?

Jika biasanya batu bara kotor menjadi limbah tambang yang bisa menyebabkan kerusakan lingkungan, maka perusahaan tambang batu bara ini justru memanfaatkannya sebagai sumber energi baru.

PT Bukit Asam memanfaatkan limbah padat berupa batu bara kotor ini menjadi bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang.

Dengan adanya PLTU Mulut Tambang yang memanfaatkan batu bara kotor ini, perusahaan berhasil menurunkan tingkat penggunaan BBM Solar sebesar 7,56 persen.

Baca Juga: Mengenal Istilah Ihsan dalam Islam: Pengertian, Konsep, dan Hubungan Terhadap Kehidupan

Dengan menggunakan teknologi Circulating Fluidized Bed (CFB) pada PLTU Mulut Tambang, perusahaan tambang batu bara yang berbasis di Sumatera Selatan ini berhasil kurangi emisi hingga 57.877 ton CO2 di tahun 2016.

Manfaat lebih jauhnya lagi, PLTU Mulut Tambang ini mampu menjadi pemasok listrik kegiatan pertambangan sehingga secara perlahan perusahaan ini mulai mengurangi ketergantuangannya terhadap pasokan listrik dari PLN.

Menariknya, rencana transformasi energi perusahaan yang menelan investasi hingga Rp442 miliar ini bermula dari gagasan karyawan perusahaannya sendiri.

Baca Juga: Sudah Ada Sejak 1500 Masehi, Garam Tradisional dari Bali Jadi Incaran Wisatawan, Terbaik tapi Hampir Punah?

Dilansir dari laman esdm, terapan pemanfaatan limbah batu bara sebagai bahan baku PLTU sebelumnya telah dilakukan di Samarinda dengan tetap berupaya memenuhi peraturan perundang-undangan dan sesuai aturan.

Hal tersebut dipastikan agar tidak membahayakan lingkungan dan justru menghasilkan nilai ekonomis dari limbah batu bara yang kualitasnya rendah.

Didukung pula dengan adanya hasil penelitian yang dilakukan oleh JICA dan Departemen ESDM yang menyebutkan bahwa jika perusahaan tambang batu bara tidak mampu mengelola limbah batu bara, maka akan ada penumpukan limbah sebanyak 1 juta ton per tahunnya.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]