Rumah Adat Khas Kalimantan Selatan Ini Punya Makna Filosofi Mendalam, Ukuran Setiap Rumah Berbeda

inNalar.com – Kalimantan Selatan merupakan salah satu provinsi di Pulau Kalimantan yang memiliki kebudayaan yang masih melekat di masyarakatnya.

Salah satu kebudayaan yang masih terlihat di Kalimantan Selatan hingga sekarang yaitu rumah adatnya.

Rumah adat yang ada di Kalimantan Selatan ini dikenal dengan sebutan Rumah Bubungan Tinggi.

Baca Juga: Festivibes Now Boarding Sukses Digelar Meriah di Jakarta, 12.000 Komunitas Kpop Hadir

Khas suku Banjar, Rumah Adat ini menjadi maskot rumah adat khas Kalimantan Selatan.

Dulunya, di dalam kompleks kerajaan Banjar, rumah bagunan Bubungan Tinggi adalah pusat dari keraton yang menjadi kediaman raja.

Bangunan Bubungan Tinggi ini dibangun sebuah balai seba pada tahun 1780.

Baca Juga: Luas Konsesinya 84,323 Hektar, Pertambangan Pasir Kuarsa di Kukar Kalimantan Timur Dikuasai Perusahaan Ini

Dilihat dari bentuknya, rumah adat Bubungan Tinggi ini terlihat mirip rumah tradisional Betawi.

Ciri-ciri dari rumah adat Bubungan ini yaitu atap sindang langit tanpa plafon.

Selain itu, rumah adat yang berkonsep rumah panggung ini tangganya selalu berjumlah ganjil.

Baca Juga: Apakah Memelihara Anjing Dalam Islam Boleh? Ternyata Begini Jawabannya Menurut Ustaz Abdul Shomad

Konstruksi bangunan rumah adat Bubungan ini dibuat dari kayu yang mana di Kalimantan sendiri hutan rimba menghasilkan kayu yang melimpah untuk mereka.

Rumah adat Bubungan Tinggi ini terbuat dari kayu ulin yang terkenal sangat kuat.

Kayu ini dapat bertahan hingga ratusan tahun dan juga antirayap.

Uniknya, rumah adat ini ukurannya berbeda satu dengan yang lainnya baik ukuran tinggi, panjang maupun lebarnya.

Hal tersebut dikarenakan pada zaman dahulu ukuran ini ditentukan oleh jengkal pemilik rumah masing-masing.

Rumah adat ini sendiri memiliki makna filosofi yang mendalam dimana setiap ukiran atau konstruksinya mengandung makna.

Dilansir inNalar.com dari badanbahasa.kemdikbud.go.id, wujud rumah ini secara keseluruhan melambangkan pohon kehidupan.

Pohon kehidupan tersebut memiliki makna keseimbangan dan keharmonisan antar sesama manusia.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]