Dapat Kucuran Dana Rp37,5 Triliun, Smelter Nikel Rendah Karbon di Morowali, Sulawesi Tengah Bakal Rampung 2025

inNalar.com – Pulau Sulawesi akan menyambut tiga smelter nikel baru yang berada di tiga lokasi yang berbeda.

Ketiga smelter nikel itu ada di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Salah satu dari smelter nikel tersebut bahkan dinyatakan sebagai PSN (Proyek Strategis Negara) yang terletak di Morowali, Sulawesi Tengah.

Baca Juga: Gunakan Teknologi HPAL, Smelter Nikel di Sulawesi Tenggara Ini Habiskan Rp67 Triliun dan Hasilkan 120.000 MT

Lebih tepatnya, lokasi pertambangan terletak di dua tempat yang berbeda, yakni Kecamatan Bungku Timur dan Kecamatan Bahodopi.

Lalu, ada juga lokasi pabrik pengolahan atau peleburan berada di Desa Sambalagi, Kecamatan Bungku Pesisir.

Pembangunan smelter nikel di Morowali, Sulawesi Tengah ini dilakukan oleh PT Vale Indonesia Tbk (Vale) dan PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (BNSI).

Baca Juga: Hampir Menyentuh Angka Rp500 Triliun, Bunga Utang Pemerintah Mengalami Peningkatan, Meskipun Begitu…

Groundbreaking atau peletakan batu pertama dalam pembangunan pabrik peleburan ini dilakukan pada 10 Februari 2023.

Setelah pembangunannya selesai smelter nikel ini nantinya akan mampu menghasilkan 73.000 metrik ton (MT) nikel per tahun.

Biaya yang dihabiskan untuk membangun smelter nikel ini adalah sekitar Rp 37,5 triliun.

Baca Juga: Jalan Akses Tol untuk Makassar New Port Senilai Rp705 miliar Guna Mempermudah Akses Pelabuhan dan Bandara

Dengan jumlah biaya yang sangat banyak, menariknya, smelter nikel ini mengusung konsep green smelter.

Smelter nikel di Morowali, Sulawesi Tengah ini akan menggunakan Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) dengan energi listrik yang berasal dari gas alam.

Dilansir inNalar.com dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, emisi karbon yang dihasilkan dari keseluruhan proses operasi smelter nikel ini akan berkurang hingga 30% pada tahun 2030.

Baca Juga: 14 Tahun Terdampak Gempa 7,6 SR, Akhirnya Pasar Terbesar di Padang Akan Dibangun Kembali, Anggaranya…

Selain itu, keberadaan smelter nikel ini juga akan mampu menyerap sekitar 12.000 hingga 15.000 tenaga kerja saat masa konstruksi.

Bahkan, smelter nikel ini juga mampu menyerap hingga tiga ribu tenaga kerja pada saat masa operasional berlangsung.

Pembangunan dari smelter nikel di Morowali, Sulawesi Tengah ini diperkirakan akan selesai dalam 2,5 tahun.

Baca Juga: 3 Tahun Lagi! Smart City IKN Kalimantan Timur Akan Miliki Bus Tanpa Supir Hingga Mobil Terbang, Benarkah?

Artinya, diperkirakan proyek ini akan memulai aktivitas pertamanya pada tahun 2025.

Smelter nikel di Morowali, Sulawesi Tengah ini juga merupakan hasil kerja sama dari PT Vale dengan Taiyuan Iron & Steel (Grup) Co. Ltd. (TISCO) dan Shandong Xinhai Technology Co. Ltd. (Xinhai).***

 

Rekomendasi