Iri Hati Bisa Merusak Kesehatan Emosional, Inilah Strategi Mencegahnya di Kehidupan Pribadi dalam Islam

inNalar.com– Iri hati atau dengki merupakan salah satu penyakit hati yang dapat merusak kesehatan emosional seseorang.

Iri hati muncul akibat kegagalan seseorang dalam mencapai tujuan, dan pada dasarnya terdiri atas rasa ingin memiliki.

Sifat iri termasuk penyakit hati yang paling bejat dan paling keji, dan tidak ada yang menyembuhkan penyakit hati kecuali dengan ilmu.

Baca Juga: Sulit Menahan Amarah dan Emosi ? Simak Kisah Sayyidina Musa Al Kadzim dalam Memaafkan Orang Lain

Menurut salah satu Jurnal Kajian Pendidikan Agama Islam STAI AN-Nadwah Kuala Tungkal, tingkatan sifat iri pada seseorang berbeda-beda, mulai dari ringan, sedang, hingga parah.

Sifat iri dapat dikelompokkan menjadi empat keadaan:

1. Seseorang iri kepada orang lain dan mengharapkan hilangnya nikmat itu dari orang tersebut, meskipun nikmat tersebut tidak akan kembali kepada dirinya.

Ini adalah tingkatan yang paling parah, sifat orang munafik dan orang-orang kafir.

Baca Juga: dr Aisah Dahlan Bocorkan Cara Supaya Bisa Kelola Emosi dan Terhindar dari Gangguan Mood

2. Seseorang iri kepada orang lain dan mengharapkan hilangnya nikmat itu darinya, karena dia menginginkan nikmat itu ada pada dirinya.

3. Seseorang tidak menginginkan seperti nikmat itu, tetapi dia menginginkan nikmat sepertinya, bukan nikmat yang ada pada dirinya.

Jika dia tidak mampu untuk mendapatkannya yang seperti nikmat tersebut, maka dia berharap hilangnya nikmat itu darinya, supaya tidak ada perbedaan antara keduanya.

4. Seseorang berharap nikmat sepertinya yang didapatkannya, tetapi dia tidak berharap untuk hilang darinya, hanya berharap untuk mendapatkan seperti nikmat yang dimilikinya.

Baca Juga: dr Zaidul Akbar Bagikan Cara Mengatasi Emosi yang Tidak Stabil dan Penyakit yang Menyertai, Cukup Lakukan Ini

Sebab-sebab seseorang iri itu karena banyak hal, tapi umumnya melewati tujuh pintu, yaitu:

Permusuhan

Permusuhan bisa terjadi oleh banyak sebab, seperti perbedaan pendapat atau pemikiran, persaingan, ketimpangan sosial dan lain sebagainya. 

Kesombongan

Kesombongan adalah sikap merasa lebih tinggi, lebih baik, atau lebih penting daripada orang lain. Sebab-sebab kesombongan dapat bermacam-macam.

Seperti kepercayaan diri yang berlebihan sehingga jika ada orang lain yang lebih darinya akan menyebabkan rasa iri hati. 

Ujub

Secara fitrahnya, manusia pastinya senang untuk di puji. Dari sebab itulah muncul pernyataan dalam hati, bahwa dirinya adalah superior dan menggap yang lain itu lemah.

Dari sinilah muncul sifat ujub, yakni menganggap diri sendiri kuat dan yang lain lemah. Jika ada yang menyainginya, besar kemungkinan akan timbul rasa iri hati.

Takut tidak tercapainya tujuan

Rasa takut atau kekhawatiran bahwa kita tidak akan mencapai apa yang kita inginkan atau rencanakan. Dan merasa ada orang yang ingin mengalahkan kita.

Sehingga, berbagai cara akan dilakukan untuk membuat orang tersebut tidak menyaingi kita.

Cinta kepada kepemimpinan

Cinta kepada kepemimpinan adalah perasaan atau rasa sayang yang mendalam terhadap kepemimpinannya. 

Kecintaan yang berlebihan ini, bisa menjadi fatal akibatnya. Karena merasa bahwa tidak ada yang lebih baik kepemimpinannya ketimbang dirinya. 

Saat yang lain ingin menduduki kursinya, ia akan berusaha sekuat tenaga supaya orang lain tersebut tidak merebut kursinya.

Apabila ini tidak terjadi, maka ia akan membuat makar fitnah demi menjelekkan orang lain tersebut, dan mengklaim bahwa kepemimpinannnya adalah yang terbaik.

Jiwa yang kotor

Jiwa yang kotor adalah istilah yang merujuk pada sifat-sifat buruk, negatif atau beraliran kejahatan yang ada dalam diri seseorang. 

Apabila hati kotor, maka mudah sekali untuk iri kepada orang lain. Sebaliknya, apabilanya hati bersih, maka sifat saling mendukunglah yang akan muncul.

Baca Juga: Maksimalkan Satu Menit Anda dengan Amalan Islami yang Menginspirasi dari Ustaz Khalid Basalamah

Kebakhilan

Kebakhilan merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan perilaku atau tindakan yang ceroboh, tidak bertanggung jawab, atau tidak mempertimbangkan akibat dari tindakan tersebut. 

Sifat ini muncul karena rasa percaya diri yang berlebihan, sehingga keputusan yang diambil semena-mena, tidak memikirkan dampaknya untuk orang lain. Yang terpenting dirinya lebih unggul dan merasa menang.

Dari ketujuh pintu inilah sifat iri hati muncul, Adapun untuk mencegah pengaruh buruk iri hati pada kehidupan pribadi, ada beberapa langkah yang dapat diambil:

1. Mengenali dan mengakui adanya sifat iri dalam diri

Mengakui artinya kita tidak menyangkal atau menyembunyikan sifat iri tersebut. Kita mengakui keberadaannya dan menerima bahwa hal ini adalah bagian dari diri kita.

Dengan mengakui sifat iri, kita bisa lebih jujur dengan diri sendiri dan berusaha untuk mengatasi atau mengendalikan perasaan itu.

2. Berusaha untuk mengendalikan emosi negatif yang muncul akibat iri hati

Berusaha untuk mengendalikan emosi negatif yang muncul akibat iri hati berarti kita berupaya untuk mengontrol perasaan negatif yang timbul ketika kita merasa cemburu atau iri terhadap orang lain.

3. Fokus pada keberhasilan dan pencapaian diri sendiri, bukan membandingkan diri dengan orang lain

Fokus pada keberhasilan dan pencapaian diri sendiri berarti kita tidak menghabiskan banyak energi dan pikiran untuk membandingkan diri dengan orang lain, tetapi kita lebih fokus pada apa yang telah kita capai dan berhasil dalam hidup kita sendiri.

4. Berusaha untuk bersyukur atas apa yang telah dimiliki dan dicapai

Berusaha untuk bersyukur atas apa yang telah dimiliki dan dicapai berarti kita berupaya untuk menghargai dan mengucapkan terima kasih atas segala hal yang sudah kita miliki dan capai dalam hidup.

5. Mengembangkan empati dan kepedulian terhadap orang lain

Mengembangkan empati dan kepedulian terhadap orang lain berarti kita belajar untuk memahami dan peduli terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain.

6. Berusaha untuk mengubah perspektif dan melihat situasi dari sudut pandang yang berbeda

Berusaha untuk mengubah perspektif dan melihat situasi dari sudut pandang yang berbeda artinya kita mencoba melihat dan memahami suatu situasi dengan cara yang berbeda. 

Dengan cara menggali sudut pandang oran lain, meminta pendapat, memperluas pengetahuan, dan lain sebagainya.

7. Mencari dukungan dari orang-orang terdekat, seperti teman, keluarga, atau konselor profesional, untuk membantu mengatasi perasaan iri hati

Tentunya dengan dukungan orang lain, seseorang bisa lebih menyadari diri, atas segala sifat buruk yang ada dalam hati.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, seseorang dapat mencegah pengaruh buruk iri hati pada kehidupan pribadi dan menjaga kesehatan emosional mereka***

Rekomendasi