

inNalar.com – Pembngunan Jalan Trans Papua masih terus dilaksanakan hingga saat ini.
Karena medannya yang sangat sulit dan menantang, maka, tidak mengherankan jika pembangunan Jalan Trans Papua masih belum juga selesai sampai tahun 2023 ini.
Dalam pembangunannya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bahkan sampai harus menggandeng TNI.
Baca Juga: Dibangun 26 Tahun Lalu, Jembatan Terpanjang di Papua Selatan Miliki Pemandangan Indah, Lokasinya…
Jalan Trans Papua ini membentang sepanjang 4.300 km dan mencakup dua provinsi yang berbeda, yakni Papua dan Papua Barat.
Karena membentang sebegitu panjangnya, pembangunan Jalan Trans Papua ini memiliki beberapa skema pendanaan.
Antara lain adalah dengan menggunakan APBN, Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), juga Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Pada tahun 2023 ini, pembangunan Jalan Trans Papua difokuskan pada ruas Jayapura-Wamena segmen Mamberamo-Elelim.
Baca Juga: Hebat! Kabupaten di Papua Ini Menangkan 2 Rekor MURI Sekaligus, Pembagian Udang Terbanyak dan…
Skema pendanaan dari proyek jalan segmen Mamberamo-Elelim ini adalah Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Untuk menentukan badan usaha mana yang akan mengambil proyek ini, pelelangan proyek pun dilakukan.
Dilansir inNalar.com dari pu.go.id, proyek Jalan Trans Papua Segmen Mamberamo-Elelim ini memiliki panjang sekitar 50,14 km.
Sedangkan biaya yang dibutuhkan untuk membangun segmen jalan ini adalah sekitar Rp3,526 triliun dengan masa konsesi 15 tahun.
Pelelangan proyek jalan ini sudah dimulai sejak kuartal IV tahun 2022 yang lalu. Tercatat ada tiga badan usaha yang prakualifikasi lelang.
Ketiga badan usaha tersebut adalah Konsorsium PT Hutama Karya (Persero) dengan PT Hutama Karya, Konsorsium PT Waskita Toll Road dengan PT Sarana Multi Infrastruktur.
Selain kedua konsorsium dua bahan usaha di atas, juga ada PT Nindya Karya (Persero) yang juga lolos dalam tahap prakualifikasi.
Pembangunan Jalan Trans Papua ruas Jayapura-Wamena segmen Mamberamo-Elelim ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian serta ketersediaan jaringan jalan di Papua.***