

inNalar.com – Biota laut jenis ubur-ubur memang menarik untuk diteliti. Terlebih jika ilmuwan menemukan fakta baru soal cara belajar ubur-ubur.
Ubur-ubur memang termasuk jenis hewan yang tidak memiliki otak. Tapi hewan ini memiliki cara sendiri untuk bisa beradaptasi dan bertahan dari ancaman di dalam laut.
Para peneliti di Current Biology, melakukan eksperimen terhadap ubur-ubur kotak Karibia pada 22 September 2023.
Baca Juga: Asam Urat Tak Kunjung Sembuh? Kata dr Cahyono, Hal Sepele Ini Ampuh Sembuhkan: Cukup Makan…
Sejumlah ubur-ubur dimasukkan dalam sebuah penangkaran dan diberi beberapa rintangan untuk bertahan hidup.
Ajaibnya, hewan mungil tersebut mampu mempelajari sekitar dan beradaptasi dengan cepat.
Bahkan mereka bisa mengingat sejumlah titik rintangan dan ancaman yang akan mendatanginya.
Baca Juga: Raup Laba Rp3,5 Triliun, Pertambangan di Kalimantan Timur Ini Jual Produksi Batu Bara Sebesar…
“Mungkin belajar tidak memerlukan sistem saraf yang sangat kompleks, namun belajar merupakan bagian integral dari sel-sel saraf, atau sirkuit yang sangat terbatas,” kata Jan Bielecki, ahli neuroetologi di Universitas Kiel, Jerman.
Temuan baru ini sangat membantu menelusuri bagaimana cara hewan berevolusi dalam mempelajari suatu hal.
Perlu diketahui, sistem saraf ubur-ubur kotak Karibia mencangkup empat rhopalia berbentuk tombol menjuntai.
Baca Juga: Deretan Pemenang Seoul International Drama Award 2023, Inilah Sosok Hebat Peraih Golden Bird Prize
Setiap rhopalium terdiri dari enam mata dan sekitar 1.000 neuron.
Ubur-ubur menggunakan penglihatannya untuk menentukan arah berenang dan berburu mangsa kecil.
Dalam percobaan, peneliti memasukkan 12 ubur-ubur ke dalam tangki bundar yang dikelilingi gari abu dan putih dengan kontras rendah.
Kamera aktif ditempatkan di sisi tabung untuk merekam perilaku hewan tersebut selama sekitar 7 menit.
Pada awalnya ubur-ubur kotak Karibia ini sepertinya tengah mempelajari garis abu-abu pada sisi tabung.
Tabrakan dengan dinding pun tak terhindarkan. Tak lama setelah itu, jarak rata-rata ubur-ubur dari dinding tangki meningkat.
Baca Juga: Investasinya Rp2 T, Presiden Jokowi Bangun Rumah Sakit Abdi Waluyo dan Jadi RS Pertama di IKN
Dari sekitar 2,5 cm di menit pertama menjadi sekitar 3,6 cm pada durasi selanjutnya.
Rata-rata benturan mereka ke dinding turun dari 1,8 per menit menjadi 0,78 per menit.
“Menurut saya ini sungguh menakjubkan,” kata Nagayasu Nakanishi, ahli biologi evolusi di Universitas Arkansas di Fayetteville.
“Saya tidak pernah mengira ubur-ubur benar-benar bisa belajar.” sambungnya.