
inNalar.com – Sebagai pilar pendidikan agama Islam, pondok pesantren kerap dijuluki sebagai benteng kokoh moralitas penuh kesederhanaan, karena membentuk kemandirian dan karakter santri. Di daerah Probolinggo contohnya, di sana ada satu islamic boarding school yang mengembangkan banyak usaha sampingan, lho! Penasaran?
Tidak dapat dipungkiri, santri yang mandiri adalah aspek yang wajib dikembangkan, mengingat bahwa pondok pesantren ini tidak mendidik hanya pada bidang akademis saja.
Tidaklah mengherankan, apabila pesantren di Probolinggo ini, mereka kemudian mengintegrasi pendidikan kemandirian di kurikulum mereka.
Baca Juga: Begini Kondisi Pesantren ODGJ Bondowoso yang Jadi Tempat Rehabilitasi Santri Gangguan Mental
Melalui sektor usaha sampingan, pondok pesantren di Probolinggo ini mencipta peluang emas bagi para santri, dengan mengajari sandiri hidup mandiri secara finansial pun melatih mental mereka sendiri.
Bagi pesantren, ini sekaligus menjadi bukti dedikasi santri terhadap keberlanjutan pesantren itu nantinya, karena mereka juga dilibatkan untuk terjun dalam pengelolaan di beberapa sektor usaha.
Adalah Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin yang berlokasi di Kota Probolinggo, Jawa Timur.
Baca Juga: Khusus Tangani Penderita Gangguan Mental, Pesantren Unik di Jawa Timur Ini Hanya Dihuni ODGJ
Tidak hanya membesut satu usaha, pondok ini ternyata memiliki beberapa unit usaha di bermacam bidang; peternakan, pertanian, Perkebunan, toko waralaba, bahkan juga koperasi.
Sebagai tambahan informasi, pondok pesantren Riyadlus Sholihin ini diberdirikan oleh Habib Muhammad bin Alin al-Habsy pada tahun 1971.
Total jumlah santri di sini mencapai 3.000 orang, 1.000 diantaranya adalah santriwan, dan 2.000 lainnya adalah santriwati.
Baca Juga: Pesantren Ekologi Misykat Al Anwar Bogor, Ajari Santri Melawan Krisis Iklim dengan Kurikulum Ini
Tapi, Kemajuan Pesantren Riyadlus Sholihin Probolinggo ini juga tidak terlepas dari kolaborasi antara kakak-beradik, Habib Ali Al Habsy dan Habib Hadi Zainal Abidin.
Habib Ali fokus pada pengelolaan pesantren dan pelayanan umat, sementara Habib Hadi menangani urusan luar seperti pemerintahan, politik, dan bisnis pondok
Aktivitas di Pondok Pesantren ini tidak jauh berbeda dengan pondok lainnya, hanya saja ada Organisasi Santri Itmaris yang notabene-nya adalah wadah pemberdayaan bagi para santri, yang ikut serta menjadi motor penggerak di beberapa sektor usaha besutan pesantren.
Nah, menjadi bagian Itmaris ini sangat menguntungkan, lho! Pasalnya, para santri yang terafiliasi dengan Itmaris ini, bakal mendapat ‘reward’ yang cukup menggiurkan—sebagian akan mendapat honor, sebagian yang tidak mendapat honor juga akan dibebaskan dari pembayaran biaya pendidikan.
Lalu, apa saja unit usaha yang dimiliki oleh pondok pesantren Riyadlus Sholihin Probolinggo ini?
Baca Juga: SAAJA, Sekolah Gratis untuk Anak Jalanan di Tengah Himpitan Gedung Kota Jakarta
Pertama, sejak awal diberdirikannya pondok ini, lembaga ini bahkan diketahui telah memiliki bisnis Perkebunan Sengon yang letaknya di Kecamatan Tiris.
Kedua, pondok pesantren ini juga berkecimpung di dua bidang peternakan; peternakan dan penggemukan sapi yang berisikan 40 ekor sapi dewasa, pun ada pula sapi anakan yang notabene dititipkan di rumah warga.
Terdapat pula peternakan lele di sini, karena pondok ini memiliki Saluran Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang berasal dari air bekas mandi para santri. Nah, air inilah yang kemudian dibermanfaatkan untuk mengairi lahan peternakan lele.
Ketiga, pondok pesantren ini memiliki sektor usaha tani, yang dimana sistemnya adalah sistem sewa. Tapi hingga kini, hasil dari panen pertanian hanya diperuntukkan untuk konsumsi internal pondok saja.
Keempat, pondok pesantren ini juga memiliki koperasi pondok pesantren atau kopotren. Selain tersedia koperasi simpan pinjam, koperasi ini juga menjual segala jenis kebutuhan para santri seperti percetakan, fotokopi, dan penyediaan alat tulis kantor.***